Cerita Perjuangan Marbot Haji Berhasil Naik Haji, Hidup Penuh Kesusahan Tapi Tekankan Kejujuran Sejak Awal

Muhammad Farhan, Jurnalis
Jum'at 17 Juni 2022 12:55 WIB
Marbot haji Waridjun berhasil naik haji bersama sang istri Sopiah (Foto: MPI)
Share :

"Sampai sekarang yaa aktivitas saya sambilan mengurus masjid mempersiapkan waktu jamaah shalat fardhu lima waktu. Dulu bisa sekalian jadi muadzin dan iqomat, kadang juga menjadi imam shalat, yaa ibadah saja," jelas Waridjun.

Sopiah menjelaskan itikad kuatnya ingin berangkat ibadah ke tanah suci di Mekkah. "Niat kami kuat, terutama saya. Sebenarnya saya dulu yang kepingin berangkat haji. Dulu saya sudah nabung sedari tahun 1970, saya cicil penghasilan bapak dengan menukarnya menjadi emas kecil, dari dua gram seperti gelang, cincin serta kalung," kata Sopiah.

Sopiah menyicil tabungannya dengan emas dua gram itu sejak memiliki anak pertama. Dia mengaku tidak mampu menabung di bank sebab tidak bisa membubuhkan tanda tangan untuk membuka tabungan dengan baik. "Dari tabungan emas dua gram itu baru bisa dijual menjadi biaya haji di tahun 2004. Emas saya dimasukkan ke kantong kresek dan dibungkus sapu tangan kemudian dijual ke toko emas Sakura di Pasar Pagi, Rawamangun," kata Sopiah.

Dengan hasil menjual emas tabungannya, Sopiah dan Waridjun dapat berangkat haji bersama pada 2007. Kendati demikian, Sopiah menjelaskan cita-citanya ingin naik haji sejak kecil karena pesan mendiang neneknya. "Dulu saya dipesankan oleh nenek saya untuk membaca surat Al-Ikhlas 2000 kali selepas shalat maghrib. Saya disuruh menghitung bacaannya dengan daun tiap sepuluh kali, jadi 10 daun itu seratus lah kiranya," ujarnya.

Amalan membaca Al-Ikhlas ini dipesankan mendiang neneknya untuk mengetahui arah Padang Mahsyar (hari pertimbangan amal perbuatan). Namun Sopiah mengaku amalan itu juga diniatkan untuk mewujudkan ibadah ke tanah suci. "Meski ekonomi kami itu pendapatannya seperti puasa senin-kamis, selang seling dan jatuh bangun tapi Alhamdulillah kami bersyukur bisa ibadah haji meski dengan kondisi ekonomi pas-pasan," ucap Sopiah.

Sedangkan Waridjun menambahkan, dirinya hanya mengamalkan potongan surat Al-Hajj ayat 27 karena pesan seorang Kiai yang ditemuinya di Masjid tempat dia bertugas sebagai marbot.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya