Sebelumnya, pemerintah akan memberikan layanan bimbingan ibadah dan pendampingan bagi jamaah haji sakit yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) baik yang di Madinah, Makkah, dan Jeddah. Pendampingan antara lain terkait cara bersuci dan tayamun, cara melaksanakan sholat, serta membimbing doa-doa dan zikirnya.
"Termasuk mendampingi guna memberikan rasa nyaman dan tenang kepada jamaah sakit. Di samping itu juga memberikan pemahaman bahwa pada waktunya wukuf, jamaah akan disafariwukufkan," ujar Juru Bicara (Jubir) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin.
Fauzin mengatakan, pemerintah setiap saat hadir serta bertanggung jawab mensafariwukufkan seluruh jamaah sakit yang dapat dibawa ke Arafah. "Pemerintah bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada seluruh jamaah yang sakit dan mensafariwukufkan," sambungnya.
KKHI daerah kerja Makkah sudah menyiapkan 10 bus untuk safari wukuf jamaah haji yang sakit. "Kami menyediakan kurang lebih 10 bus. Empat bus untuk jamaah sakit yang posisinya dibaringkan dan enam bus disiapkan untuk jamaah safari wukuf dalam kondisi duduk," kata Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr Andi Ardjuna Sakti.