Pilih Tidur di Hotel Dibandingkan Tenda Mina, Jamaah Haji RI: Tidak Enak Kelamaan di Toilet, yang Antre Banyak!

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 11 Juli 2022 11:34 WIB
Foto:dok Kemenag
Share :

MAKKAH - Prosesi lempar jumrah di Jamarat, Mina punya cerita tersendiri bagi jamaah haji Indonesia. Biasanya mereka bermabit (bermalam) di tenda-tenda jamaah yang sudah disediakan. Namun, tak jarang jamaah haji pulang ke hotelnya masing-masing dengan alasan tertentu.

 (Baca juga: Cerita Jamaah Haji Indonesia Kedinginan di Tenda Mina)

Salah satu alasan utama adalah masalah jarak. Ada beberapa hotel jamaah haji yang jaraknya tidak terlalu jauh dari area Jamarat, jika berjalan kaki kurang lebih 45 menit

"Jarak dari hotel ke Jamarat lebih dekat dibandingkan dari tenda," ujar jamaah haji bernama Jamalia asal Pontianak di Mina, Minggu (10/7/2022) malam.

Jamalia merupakan jamaah haji dari embarkasi Batam (BTH 4). Selain jarak yang dekat, pulang ke hotel untuk bermalam lebih nyaman. Hotel Jamalia terletak di sektor 2, Syisyah yang berada tepat di sisi lain mulut terowongan King Fahd Road Tunnel.

Terutama terkait dengan kamar mandi, jika di tenda harus mengantre karena jumlah toilet yang terbatas dan tidak nyaman. Namun perlu diketahui, fasilitas di Mina sudah sangat jauh lebih baik dibandingkan pelaksanaan haji 2019.

Tenda di Mina sudah beralaskan keramik dan digelar karpet. Selain itu ada kasur busa, bantal dan selimut. Untuk AC juga lebih dingin, layanan konsumsi hingga kesehatan juga tersedia.

Sementara itu, jamaah haji lainnya bernama Fadila asal Pontianak juga memilih pulang ke hotel dibandingkan menginap di tenda-tenda jamaah di Mina. Pembimbing ibadah di rombongannya juga memperbolehkan mereka untuk tidur di hotel.

"Bukan masalah tidur di tenda tapi kita tidak enak kalau terlalu lama di toilet sedangkan yang antre banyak," ujarnya.

Fadila dan rombongannya berencana berdiam di sekitar King Fahd arah Mina tersebut selama sekitar enam jam mulai dari pukul 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga pukul 03.00 WAS besok hari.

Sebagian jamaah yang tergabung dalam embarkasi BTH 4 memilih tidur di hotel, mereka berjalan ke arah Mina dari hotel yang berjarak sekitar satu kilometer melewati terowongan King Fadh.

Mereka berdiam di sepanjang pinggir jalan untuk mabit. Jamaah membawa bekal seperti tikar lipat, makanan ringan dan minuman.

Selain itu, jamaah dari berbagai negara juga mabit di sekitar depan terowongan tersebut. Mereka terlihat berbaring dan duduk-duduk di trotoar, bahkan ada yang menggelar alas duduknya di depan tenda-tenda di sekitar terowongan.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya