MAKKAH - Plh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Muhammad Aqil Irham meminta jajaran PPIH debarkasi berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat perihal pemulangan jamaah haji Indonesia dari Tanah Suci.
"Lakukan langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran virus Covid-19 saat fase pemulangan," katanya usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Masa Pemulangan Jamaah Haji tahun 1443 H/2022M, Selasa (12/7/2022).
Sebagai upaya antisipasi, jamaah akan dicek suhu badannya setibanya di debarkasi.
"Apabila terdapat suhu badannya melebihi 37,5 derajat, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Aqil.
"Apabila positif Covid-19, maka akan dilakukan isolasi dengan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah," ucapnya.
Sebelumnya, Plt Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Yudhi Pramono menyampaikan, Kemenkes telah menyiapkan posko kesehatan di setiap bandara kepulangan jamaah haji Indonesia.
Kemenkes juga sudah menyiapkan ambulans dan rumah sakit bila ditemukan jamaah haji dalam keadaan darurat kesehatan.
"Kemudian di asrama haji, kami juga siapkan tim untuk memeriksa jamaah haji yang baru datang. Jadi mereka akan melakukan screening secara menyeluruh," kata Yudhi.
Menurutnya jika ditemukan gejala-gejala Covid-19 pada jamaah haji, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yakni antigen atau PCR. Lalu apabila ditemukan reaksi ringan maka akan dilakukan isolasi oleh satgas Covid daerah.
"Apabila ditemukan reaksi berat maka akan dilarikan ke rumah sakit yang telah ditetapkan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)