HATI dan pikiran Amr bin Al Jamuh si pembuat berhala terbuka lebar-lebar dan mendapat hidayah Allah setelah menjadi sasaran gerakan Pemuda Yatsrib.
Gerakan tersebut kala itu aktif memusnahkan berhala-berhala di Madinah yang dipuja sebagai Tuhan.
Amr bin Al Jamuh memiliki sebuah berhala yang diberi nama Manat. Suatu ketika, Manat tiba-tiba berada di sebuah pembuangan sampah.
Ini tentu saja hasil perbuatan para pemuda yang diam-diam memindahkan Manat ke tempat kotor. Mendapati berhala kesayangannya ada di sana, Amr bin Al Jamuh langsung mengambil kembali dan memandikannya sampai bersih.
Namun kejadian itu terus berulang hingga beberapa kali. Amr bin Al Jamuh lantas menyematkan sebuah pedang pada berhala Manat sembari berkata,
"Jika engkau memiliki kebaikan, ya Manat, maka jagalah dirimu dan ini pedang aku berikan padamu!" katanya kepada berhala.
Tapi, tentu saja sebuah berhala tak mampu melindungi dirinya sendiri. Para pemuda datang kembali dan kali ini mereka tak langsung membuang berhala milik Amr bin Al Jamuh.
BACA JUGA:Kisah Sahabat Nabi, Belum Pernah Sholat Tapi Masuk Surga
Mereka terlebih dahulu mengikatkan berhala pada anjing yang sudah mati. Berhala itu dimasukan kembali ke lubang pembuangan sambah bersama mayat anjing.
Kaget bukan main, lagi dan lagi Amr menemukan berhala Manat sudah tergeletak di tempat yang sama seperti kemarin-kemarin. Dan bahkan, kali ini sampai diikatkan ke jasad anjing.
Tidak ada lagi amarah ataupun keinginan balas dendam, Amr bin Al Jamuh justru menemukan hidayah. Dia sadar bahwa berhala tak mampu menjaga diri sendiri karena memang benda itu bukanlah Tuhan seperti yang dia kira.
"Demi Tuhan, kalau benar engkau adalah Tuhan maka engkau tidak akan terikat bersama anjing di dalam lubang," katanya.
Amr bin Al Jamuh kemudian tergerak untuk menjadi muallaf. Dirinya tak lagi menyembah berhala dan mengimani Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
(Dyah Ratna Meta Novia)