PERNAHKAH kalian mendengar tentang Malaikat bernama Rumman? Mungkin untuk sebagian orang malaikat Rumman masih kurang familiar dan lebih mengenal Munkar dan Nakir.
Jika malaikat Munkar dan Nakir datang kepada seseorang ketika dia sudah meninggal, Malaikat Rumman pun sama. Hanya saja, sebelum Munkar dan Nakir hadir, Rumman akan lebih dulu mengunjungi jenazah yang telah dikubur.
Menurut sebuah riwayat dari Abdullah bin Salam RA tentang malaikat Rumman. Wajah malaikat satu ini digambarkan begitu terang seperti sinar matahari.
Lalu apa saja yang dilakukan malaikat Rummam saat menyambangi alam kubur?
Dari riwayat dikisahkan Malaikat Rumman duduk di dekat jenazah. Kemudian ia meminta jenazah itu menuliskan semua amalan mulai dari baik hingga buruk. Karena tak ada memiliki pena, Malaikat Rumman menyuruh jenazah menulis dengan air liur.
“Gunakan ludahmu sebagai tinta dan jari sebagai penanya,” kata Malaikat Rumman
Sementara sebagai pengganti kertas, Malaikat Rumman menyobek kain kafan. Setelah itu barulah si jenazah mulai menulis segala amal baik dan buruk
Saat hendak menulis amal buruk, tiba-tiba saja dia merasa malu. Hal itu membuat malaikat Rumman marah.
"Wahai orang yang bersalah! Kenapa engkau malu hari ini, sementara engkau tak sedikitpun merasa malu kepada Tuhanmu pada saat engkau mengerjakannya saat di dunia?" ujar Malaikat Rumman.
Tak lama, Malaikat Rumman kemudian memukuli jenazah itu menggunakan tiang batu. Karena merasa kesakitan, jenazah itu memohon agar Rumman menghentikannya.
Pukulan itu berhenti dan jenazah kembali menuliskan semua amalan yang dia perbuat di dunia, mulai dari baik hingga buruk. Terakhir, jenazah itu memberi cap pada catatan amalan menggunakan kuku.
BACA JUGA:Biasakan Diri Melakukan Amal Baik, Jika Tak Sanggup Tahan Diri untuk Berbuat Maksiat
Catatan amalan tersebut dikalungkan oleh Malaikat Rumman kepada si jenazah. Hingga hari kiamat, catatan amalan masih bertengger di leher jenazah.
Adapun mengenai catatan amalan baik buruk ini sudah tertera dalam firman Allah dalam surat Al Isra ayat 13, yang berbunyi :
وَكُلَّ اِنسَانٍ اَلْزَمْنَاهُ طائره فِی عُنُقِه وَنَخْرُجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَۃِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُوْراً
“Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka” (QS. Al-Isra: 13).
Usai tugas Malaikat Rumman selesai, baru lah Malaikat Munkar dan Nakir datang untuk mencecar jenazah dengan sejumlah pertanyaan.
(Dyah Ratna Meta Novia)