"Begini, Paduka yang mulia. Selama ini kan jika Paduka mengadakan perjalanan dengan rakyat ataupun pengawal tidak ada satu pun dari mereka yang berani mendahului jalannya Raja. Begitu juga dengan hamba, Paduka yang mulia. Ketika hamba ikut rombongan Baginda, posisi berjalan hamba tidak berani mendahului Baginda. Itu hamba lakukan karena menjaga tata krama sopan santun kepada Baginda," jawab Abu Nawas.
"Iya, itu bagus dan memang harus seperti itu. Tapi apa hubungannya dengan perbuatanmu sekarang ini?" tanya Raja lagi.
"Begini, Paduka yang mulia. Hamba ingin menghormati Paduka tidak setengah-setengah. Ketika buang hajat, hamba memilih di sebelah utara Baginda dan hal ini hamba lakukan karena khawatir jika di sebelah selatan Baginda sedang buang hajat, maka nanti kotoran hamba tidak sopan kepada kotoran Baginda karena sudah berani berjalan mendahului kotoran Baginda. Itu semua hamba lakukan karena rasa hormat kepada kotoran Baginda," ngeles Abu Nawas.
Mendengar penjelasan Abu Nawas, Raja malah tertawa terbahak-bahak. Ia tidak jadi marah dan menghukum, tapi malah memberi hadiah, karena alasannya masuk akal dan telah menghibur Baginda Raja.
Allahu a'lam bissawab.
(Hantoro)