MEKKAH - Jelang pelaksanaan ibadah haji 1444 H/2023 M, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memantau kesiapan maktab dalam memberikan layanan kepada jemaah di Mekkah.
Maktab adalah kantor yang diberi kewenangan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk mengurus penyiapan layanan jemaah haji, termasuk asal Indonesia. Saat ini, maktab telah berubah nama menjadi markaz.
Ada 70 maktab atau markaz yang akan melayani 229.000 jamaah haji Indonesia. Mereka tergabung dalam Kantor Layanan Asia Tenggara.
Maktab bertanggung jawab dalam mempersiapkan layanan akomodasi, transportasi, dan termasuk katering, khususnya makanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketua PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid mengatakan, jamaah haji Indonesia gelombang pertama akan mendarat di Madinah pada 24 Mei 2023. Setelah menjalani ibadah Arbain yakni salat wajib berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi, mereka akan berangkat ke Mekkah.
"Jamaah kloter pertama diperkirakan masuk ke Mekkah pada 2 Juni 2023. Hari ini kita lakukan pengecekan kesiapan maktab dalam memberikan layanan," ujar Subhan di Makkah, Sabtu (20/5/2023).
Ikut mendampingi, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kepala Daker Makkah Khalilurrahman, dan Sekretaris Daker Makkah Tawwabuddin.
"Kita ingin memastikan seluruh layanan maktab sudah siap sebelum jemaah datang," sambungnya seusai meninjau sejumlah Kantor Maktab di Iskan Makkah.