JAMAAH Indonesia masih lebih memilih melaksanakan ibadah umrah melalui travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah berizin resmi dari Kementerian Agama. Alasannya, didampingi pembimbing bersertifikat hingga memberikan kenyamanan dalam ibadah di Tanah Suci.
Salah satunya diungkapkan Arti, jamaah umrah asal Kota Bandung, Jawa Barat. Ia mengaku lebih nyaman berangkat umrah menggunakan PPIU resmi daripada dengan pola backpacker.
Bagi dia, PPIU dapat memberi kenyamanan mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Indonesia.
"Tujuan kami ke Tanah Suci sejatinya adalah ingin konsen menjalani semua rangkaian ibadah umrah, bukan urusan lain. Itulah alasan kami lebih memilih PPIU ketimbang backpacker," ungkap Arti di Bandung, Rabu 22 November 2023, dikutip dari Haji.kemenag.go.id.
"Bagi saya pribadi tentu banyak aturan yang diterapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan saya tidak mau direpotkan oleh aturan tersebut. Biarlah travel yang mengurus semua," imbuhnya yang dalam pekan ini berangkat ke Tanah Suci.
Hal senada diungkapkan Mardianto, jamaah umrah asal Lampung Tengah. Menurut dia, perjalanan umrah mengunakan PPIU jauh lebih nyaman daripada berangkat sendirian atau backpacker.
"Saya tidak berani ke Tanah Suci sendirian meski dengan iming-iming biaya murah, kecuali bagi mereka yang sudah berpengalaman. Lebih baik mengunakan PPIU resmi dan lebih terjamin dan nyaman. Kalau backpacker, kita mesti paham bahasa Arab dan sebagainya," tuturnya.
Perjalanan ibadah umrah dengan PPIU resmi juga membantu jamaah mendapat bimbingan manasik (pengetahuan menjalankan ibadah umrah) dari petugas yang bersertifikasi dan layanan lainnya.
Umrah backpacker sejatinya tidak dikenal di dalam regulasi. Namun, akhir-akhir ini muncul istilah backpacker yang dikaitkan dengan umrah.
(Hantoro)