JAKARTA - Zaman nabi ada pembahasan tentang zombie? Sejarah Zumbi tidak terkait dengan zombie maupun Islam. Zumbi menjadi pemimpin komunitas Quilombo dos Palmares di Brasil yang memerangi praktik perbudakan.
Orang mati yang dibangkitkan kembali, seperti pada hari kiamat. Ini bukan zombie, karena mereka dibangkitkan dengan kesadaran untuk dihisab, bukan berkeliaran tanpa akal.
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (5/5/2025), Okezone telah merangkum zaman nabi ada pembahasan tentang zombie, sebagai berikut.
Konsep zombie bertentangan dengan keyakinan Islam tentang kematian dan roh dan tidak sesuai dengan sunnatullah. Setelah mati, roh menuju alam barzakh, bukan kembali ke dunia tanpa akal.
Zombie tidak dikenal dalam ajaran Islam. Tidak ada pembahasan dalam zaman Nabi Muhammad ﷺ tentang makhluk seperti zombie. Segala urusan hidup-mati dikendalikan Allah, dan bangkit dari kematian hanya akan terjadi pada Hari Kiamat, bukan sebagai makhluk tak berakal seperti dalam film.
Islam sudah masuk ke Brasil sejak tahun 1550 masehi, melalui budak Afrika yang diimpor Portugis ke Brasil sebagai budak kebun tebu. Sebagai catatan, sebagian budak asal Afrika itu beragama Islam. Sejak masuknya budak Afrika ke Brasil, semakin banyak pula jumlah muslim di sana. Akhirnya banyak warga lokal memeluk Islam dan posisi muslim semakin kuat, tidak sekadar menjadi budak. Mendapati hal itu, tentara Portugis mulai membasmi kaum muslim hingga ke akarnya, hingga akhirnya mereka berpikir bahwa Islam sudah musnah di tanah Brasil.
Pada tahun 1643 muncullah seorang yang dianggap pahlawan oleh warga yang termarjinalkan, dialah Zumbi yang dikenal sebagai seorang militer yang sangat berani. Sejarah Islam yang pernah masuk ke Brasil dan menyasar pada para budak yang notabene adalah masyarakat kelas bawah, kemungkinan menjadi alasan kuat timbul asumsi bahwa Zumbi adalah seorang muslim.
Ada juga yang mengatakan bahwa Zumbi mendirikan negara Islam di Palmares, Brazil. Sebenarnya daerah itu merupakan daerah aman yang didirikan oleh para budak pelarian, tentara yang desersi, termasuk juga suku Indian asli Brasil yang termarginalisasi dan juga pemeluk agama Yahudi, seperti dikutip dari atlantablackstar.
Dari tempat inilah Zumbi memulai pergerakan radikalnya. Alasan utama pembentukan Palmares bukan agama, namun perjuangan mencapai kemerdekaan dan perlawanan sosial antar kelas, yaitu kaum termarginal melawan kolonial Portugis yang didukung para pemilik budak.
Sesungguhnya Zumbi adalah komandan militer Brasil yang memimpin Quilombos dos Palmares, yaitu daerah aman yang dibentuk oleh para budak yang mayoritas muslim, bersama-sama dengan kelompok minoritas lainnya dalam memperjuangkan kemerdekaan diri melawan kolonial Portugis.
(Erha Aprili Ramadhoni)