Keutamaan dari amaliah ini yaitu Allah akan mencukupi orang yang mengamalkannya dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Sebagaimana Imam Ibnu Mas’ud berkata:
مَنْ قَالَ بَعْدَ قِرَاءَةِ مَا تَقَدَّمَ اللهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ، يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ، يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ، اَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ وَبِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ. أَغْنَاهُ اللهُ وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: "Barang siapa setelah membaca surat-surat di atas berdoa dengan doa tersebut, maka Allah akan mencukupinya dan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka."
Diriwayatkan dari Sayyid Abdurrahman Asy-Sya'rani:
"Barang siapa yang tekun membaca dua bait ini di setiap hari Jumat, niscaya Allah SWT wafatkan dia dalam keadaan Islam tanpa keraguan sedikit pun."
Dikutip dari sebagian ulama, bait tersebut dibaca sebanyak lima kali sesudah shalat Jumat. Syair tersebut masyhur dengan sebutan Syair Abu Nawas, yaitu:
ﺇِﻟَﻬِﻲْ ﻟَﺴْﺖُ ﻟِﻠْﻔِﺮْﺩَﻭْﺱِ ﺃَﻫْﻼَ # ﻭَﻻَ ﺃَﻗْﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺎﺭِ اﻟْﺠَﺤِﻴْﻢِ
ﻓَﻬَﺐْ ﻟِﻲْ ﺗَﻮْﺑَﺔً ﻭَاﻏْﻔِﺮْ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻲْ # ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻏَﺎﻓِﺮُ اﻟﺬَّﻧْﺐِ اﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
Artinya:
"Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga,
Tapi aku tidak kuat dengan panasnya api neraka.
Maka dari itu, berilah aku (kesempatan untuk) bertobat dan ampunilah dosa-dosaku,
Karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar."
(Rahman Asmardika)