Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan 1 Agustus, Dihadiri Ulama hingga Tokoh Lintas Agama

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Kamis 30 Juli 2026 15:06 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Share :

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang terbuka untuk umum itu akan menghadirkan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta doa bersama lintas agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya warga Jabodetabek, untuk menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum zikir dan doa bersama menjadi bagian dari upaya menyambut bulan kemerdekaan.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ujar Nasaruddin, Rabu (29/7/2026).

Acara akan berlangsung pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Namun, masyarakat sudah dapat memasuki kawasan Monas mulai pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan keamanan yang disediakan di sisi utara dan selatan area Monas.

“Ayo hadir dan ajak keluarga, sahabat, serta orang-orang terdekat kita,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan rangkaian kegiatan akan mencakup panduan zikir, khataman Al-Qur’an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, hingga doa bersama lintas agama.

Doa lintas agama tersebut akan dipimpin tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

 

Kamaruddin mengatakan panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk peserta.

“Tersedia pula ratusan toilet, serta area wudu dengan sekitar 1.000-1.500 keran untuk kenyamanan seluruh hadirin,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan antarumat beragama dalam menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Doa adalah kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar bangsa. Melalui zikir dan doa bersama lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutur Kamaruddin.

Panitia mengimbau peserta mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta tidak membawa barang bawaan berlebihan. Masyarakat juga diminta tidak membawa bayi atau balita ke lokasi acara dan dilarang membawa benda tajam, senjata api, petasan, maupun barang berbahaya lainnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya