Kemenag: Penghulu Harus Bertindak sebagai Perawat Umat

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2026 21:15 WIB
Kemenag menggelar Short Course Penguatan Kapasitas Penghulu dan Pejabat Kepenghuluan di Yogyakarta, 21 Agustus 2026.
Share :

Zayadi menjelaskan, short course ini menjadi ruang konsolidasi pengalaman dan praktik baik para penghulu dari berbagai daerah. Forum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai silaturahim, tetapi juga silatul afkar yang harus dilanjutkan menjadi silatul amal dalam bentuk aksi nyata perbaikan layanan.

“Forum ini menjadi kesempatan terbaik untuk memvalidasi pengalaman dan praktik baik yang sudah dilakukan para penghulu. Setelah silaturahim dan silatul afkar, harus ada silatul amal agar gagasan yang dibahas benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penghulu sebagai aparatur sipil negara juga memiliki tanggung jawab kebangsaan. Keindonesiaan dan kepenghuluan tidak dapat dipisahkan karena penghulu hadir di tengah masyarakat sebagai rujukan dalam isu keluarga, syariah, dan kehidupan sosial keagamaan.

“Masyarakat yang kita layani itu berubah, dinamis, dan bukan statis. Karena itu, penghulu harus adaptif, terus memperkuat kapasitas, serta mengembangkan kompetensi akademik, profesional, sosial, moral, bahasa, fikih kontemporer, dan literasi digital agar layanan KUA tetap relevan,” tegasnya.

Kasubdit Bina Kepenghuluan, Zudi Rahmanto, menambahkan bahwa penghulu hari ini berada dalam posisi strategis sebagai jabatan fungsional berbasis keahlian. Menurutnya, tantangan penghulu tidak lagi sama seperti masa lalu karena masyarakat menuntut layanan KUA yang lebih cepat, jelas, profesional, dan memberi nilai tambah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya