Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag Ingatkan Pentingnya Akhlak dalam Membangun Peradaban

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 25 Agustus 2026 08:37 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Share :

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan akhlak sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban. Menurutnya, fondasi akhlak yang kokoh akan melahirkan keadilan, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, kepemimpinan amanah, serta kasih sayang di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Menag dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Jakarta, dikutip dari MUI Digital, Selasa (25/8/2026).

Menag menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh.

“Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” ujar Menag.

Rektor PTIQ Jakarta ini mengatakan, pembangunan akhlak menjadi kunci transformasi yang dibawa Rasulullah SAW. Dakwah Nabi tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga membawa perubahan besar terhadap kehidupan sosial dan peradaban manusia.

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” kata dia menjelaskan.

Dia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu'itstu li utammima makārimal akhlāq,” yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Menurutnya, pesan tersebut menjadi kunci untuk memahami perubahan yang dibawa Rasulullah SAW. Akhlak yang dibangun Nabi menjadikan nilai-nilai agama tidak berhenti sebagai ajaran individual, tetapi juga menjadi kekuatan yang membentuk kehidupan sosial dan peradaban.

 

Menag menuturkan, sekitar 14 abad lalu manusia berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah. Pada masa itu, nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan. Kelompok yang kuat menindas yang lemah, sementara perempuan kehilangan martabatnya.

Kini, manusia telah mengalami lompatan peradaban. Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan kehidupan manusia mengalami perubahan besar.

Menag mengingatkan, kemajuan tersebut merupakan anugerah yang perlu disyukuri sekaligus dirawat dengan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

“Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dialah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan,” tuturnya.

Dia juga mengajak umat Islam untuk terus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, perhatian dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya menjadi teladan yang terus relevan hingga kini.

“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan, dan memohonkan ampun bagi umatnya,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

 

Menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Menag berharap umat Islam semakin terdorong untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menghidupkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” kata dia.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya