Tafsir Surat Al-Qari'ah: Hancurnya Gunung-Gunung Kokoh dan Pelajaran bagi Manusia

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 17 September 2026 15:20 WIB
Ilustrasi.
Share :

Dalam Kitab Nazhmud Durar, Abu Bakar al-Biqa’i menjelaskan

ولما كانت الجبال أشد ما تكون، عظم الرهبة بالإخبار بما يفعل بها فقال تعالى: {وتكون الجبال} على ما هي عليه من الشدة والصلابة وأنها صخور راسخة {كالعهن} أي الصوف المصبغ

Artinya: "Ketika gunung merupakan bagian dari alam yang paling kuat (yang dapat kita saksikan), Allah SWT menambahkan rasa takut dengan mengabarkan hal yang akan terjadi. Dia berfirman bahwa gunung dengan segala kekuatan dan kekokohannya karena tersusun dari bebatuan dan menancap kuat di bumi, akan menjadi seperti bulu yang diwarnai."

Dahsyatnya Hari Kiamat Dan Pelajaran Bagi Umat Manusia

Ayat di atas secara gamblang menggambarkan huru-hara dan kedahsyatan yang terjadi pada hari kiamat. Pada hari itu, alam semesta akan hancur. Manusia diibaratkan seperti laron yang berterbangan. Gunung-gunung yang berdiri megah dan kokoh, pada hari itu terbang bagai bulu warna-warni yang berhamburan ke sana ke mari.

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pelajaran bagi umat manusia betapa tidak berdayanya mereka nanti ketika hari kiamat tiba. Harta benda tidak akan ada artinya, kekuasaan dan kekuatan akan sirna. Bahkan, gunung saja yang berdiri kokoh pada hari itu dianalogikan sebagai bulu-bulu yang berhamburan karena tidak mampu menahan dahsyatnya hari kiamat.

Syekh al-Maraghi menjelaskan:

إن الجبال لتفتتها وتفرق أجزائها لم يبق لها إلا صورة الصوف المنفوش فلا تلبث أن تذهب وتتطاير، فكيف يكون الإنسان حين حدوثها وهو ذلك الجسم الضعيف السريع الانحلال.

Artinya: “Sesungguhnya gunung (pada hari itu) hanya tersisa seperti bulu yang dihamburkan, karena tercerai-berai dan bagian-bagiannya terpisah. Sehingga tak lama kemudian ia lenyap dan berhamburan. Lantas, bagaimana dengan manusia ketika peristiwa itu terjadi, sementara ia adalah makhluk yang lemah dan tubuhnya mudah hancur?" (Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, [Mesir: Maktabah Musthafa al-Babil Halabi, 1946], juz 30, hal. 226)

Penjelasan al-Maraghi di atas menunjukkan bahwa gambaran hancurnya gunung dalam Surat al-Qari'ah tidak hanya berhenti pada penjelasan seputar dahsyatnya hari kiamat. Melalui gambar tersebut, Al-Qur’an ingin memberikan ibrah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa segala bentuk kekuatan, kedudukan dan harta duniawi tidak akan ada artinya di hari pertanggungjawaban kelak.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya