Kisah Nursyahwa Syakila, Hafizhah Disabilitas Netra Hafal 30 Juz dalam 3 Tahun 

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Kamis 17 September 2026 11:10 WIB
Nursyahwa Syakila, Hafizhah Disabilitas Netra Hafal 30 Juz dalam 3 Tahun 
Share :

JAKARTA -  Nursyahwa Syakila, peserta cabang Seni Baca Alquran (Tilawah) golongan disabilitas netra putra dan putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, mendapat sorotan.
Bagi Nursyahwa,  Alquran bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Alquran telah menjadi bagian dari kesehariannya. Dengan mengandalkan metode audio, perempuan asal DKI Jakarta itu belajar membaca, menghafal, sekaligus membangun kedekatan dengan Alquran.

Dia mengenang peran orang tuanya dalam mendampingi perjalanan bersama Alquran sejak usia belia. Pendengaran yang baik dan daya ingat yang kuat menjadi dua kemampuan yang dimanfaatkan orang tuanya untuk mendukung proses belajar melalui metode audio.

“Alhamdulillah, saya memiliki dua kelebihan, yaitu pendengaran yang baik dan daya ingat yang kuat. Kedua kelebihan itu dimanfaatkan oleh orang tua saya dengan memperdengarkan Alquran melalui metode audio,” ujar Nursyahwa, dikutip, Kamis (17/9/2026).

Perjalanan menghafal Alquran ia jalani sedikit demi sedikit. Setiap hari, ia berusaha menyelesaikan hafalan. Konsistensi itu akhirnya mengantarkan Nursyahwa menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 3 tahun 8 bulan.

“Perjuangan saya ketika awal mulai menghafal Alquran, setiap hari saya menghafal satu juz pada juz yang sedang saya pelajari. Alhamdulillah, dalam jangka waktu 3 tahun 8 bulan, saya menyelesaikan hafalan 30 juz,” tuturnya.

Hafalan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Nursyahwa bersama Alquran. Ia pun bersyukur ketika mendapat kesempatan menjadi bagian dari MTQ Nasional ke31. 
“Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka saya bisa mengikuti MTQ Nasional yang ke-31 ini. Semua ini karena Allah,” katanya.

Dikatakannya, perjalanan bersama Alquran bukan tentang seberapa cepat seseorang menyelesaikan hafalan. Yang terpenting adalah terus menjaga kedekatan dengan Alquran dan tidak berhenti belajar.

 

“Jangan pernah lelah dalam membersamai Alquran. Jika kita ingin mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dekatkan Alquran dalam hati kita. Jadikan Alquran sebagai sahabat sejati,” pesannya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai Alquran dan menjadikannya bagian dari kehidupan. 
Nursyahwa kemudian mengutip sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yaitu Bacalah Alquran karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang istiqamah membersamai Alquran.

‘’Cintai Alquran dan jangan pernah meninggalkan Alquran, karena Alquran yang akan menyelamatkan dan menolong kita di hari kiamat,” pungkasnya.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan, keikutsertaan peserta disabilitas netra dalam MTQ Nasional menjadi bagian penting dalam memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta untuk mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap Alquran.

“MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Alquran dapat tumbuh dan berkembang pada siapa saja,’’ujarnya.
 
“Semangat para peserta perlu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
 

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya