Cerita Pedagang Kecil Panen Cuan saat Gelaran MTQ Nasional 2026 di Semarang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 17:39 WIB
Pasar Jajan MTQ Nasional 2026.
Share :

SEMARANG - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke-31 di Kota Semarang tidak hanya menjadi ruang syiar Alquran, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Pedagang kecil meraup cuan gelaran MTQ.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat itu adalah Juma’in, penjual es krim jadul asal Sendangmulyo. Selama dua hari membuka lapak di Pasar Jajan Berkah MTQN ke-31, dagangannya mendapat sambutan hangat dari pengunjung.

“Alhamdulillah, kami tidak pernah rugi. Dua hari di sini luar biasa. Kami sangat diuntungkan dengan adanya Pasar Jajan Berkah ini,” ujar Juma’in, Jumat (18/9/2026).

Juma’in sehari-hari berjualan keliling dan biasa membuka lapak saat Car Free Day. Es krim yang dijualnya dibuat sendiri dengan bahan susu murni dari Boyolali, menggunakan mesin pengolahan hasil pelatihan di balai latihan kerja.

Dia mempertahankan konsep es krim jadul, tetapi mengembangkannya dengan sentuhan rasa yang lebih dekat dengan selera anak muda. Menurutnya, inovasi rasa penting agar produk tradisional tetap diminati generasi sekarang.

“Kami ingin mempertahankan tradisionalnya, tetapi dengan sentuhan kekinian. Kalau dulu rasanya hanya itu-itu saja, sekarang kami buat dengan rasa yang lebih kekinian, yang diminati anak-anak, terutama Gen Z,”kata dia.

Selain es krim seharga Rp8.000, Juma’in juga membawa roti jadul seharga Rp10.000. Produk roti tersebut bahkan lebih cepat habis, sementara es krimnya terus diburu pengunjung hingga kegiatan berakhir.

 

Hal yang sama juga dirasakan Dino, pedagang tahu gimbal khas Semarang yang berjualan di stan kuliner MTQ Nasional.

Dia mengaku pendapatannya meningkat dibanding hari biasa sejak ikut berjualan dalam rangkaian MTQ.“Kalau mengikuti MTQ ini, kotor kadang sampai Rp3 juta, Rp2,5 juta,” ujar Dino.

Keramaian MTQ memberi pengaruh besar bagi pelaku UMKM karena menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah. Selain menambah penghasilan, momentum ini juga menjadi ruang promosi kuliner khas Semarang.

“Pengaruhnya sangat besar karena bisa menambah pendapatan untuk UMKM yang ada di sini. Sekaligus mempromosikan makanan khas daerahnya,” kata Dino.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan usaha kuliner lokal.

“MTQ bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Alquran, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta, kafilah, dan pengunjung dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Rijal menambahkan, keterlibatan UMKM dalam rangkaian MTQ menjadi kesempatan memperkenalkan produk dan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas. Dengan demikian, MTQ meninggalkan dampak tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

 

“Kita berharap momentum seperti ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Semarang, khususnya pelaku UMKM. Produk-produk lokal dapat dikenal lebih luas, sehingga MTQ tidak hanya meninggalkan kesan dari sisi keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Hal itu sejalan dengan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang. Menag menyebut kehadiran kafilah dari berbagai penjuru Nusantara bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya