JAKARTA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang dibuka oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Prosesi pembukaan berlangsung di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, ditandai dengan pemukulan bedug.
Perhelatan ini diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi yang akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan cakupan kompetisi MTQ Nasional XXXI dirancang menjangkau peserta dari berbagai kelompok usia dan bidang keahlian Al-Qur’an. Kompetisi mencakup kategori anak-anak hingga dewasa, tilawah, qiraat, hafalan, tafsir, hingga cabang yang menguji kemampuan intelektual dan seni Al-Qur’an.
“MTQ Nasional sebagai instrumen pembinaan Al-Qur’an yang inklusif dan menjangkau lintas generasi,” ujar Abu Rokhmad dikutip, Minggu (13/9/2026).
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), ini mengatakan, peserta akan berlaga dalam beragam kategori, mulai dari hafalan satu juz hingga 30 juz, serta tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa.
Keragaman cabang tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pemahaman, penafsiran, penulisan, dan pengembangan seni yang berkaitan dengan Al-Qur’an.
Dari sisi penilaian, penyelenggara menyiapkan 155 Dewan Hakim untuk mengawal seluruh proses kompetisi.
Mereka telah melalui tahapan penyiapan sesuai dengan standar penyelenggaraan MTQ Nasional, dengan independensi, objektivitas, dan profesionalitas menjadi aspek penting untuk menjaga kredibilitas hasil musabaqah.
“Independensi, objektivitas, dan profesionalitas Dewan Hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,” kata Abu Rokhmad.