California Akui Idulfitri dan Iduladha Sebagai Hari Libur Resmi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 14:54 WIB
Ilustrasi.
Share :

SACRAMENTO — California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat (AS) yang mengakui hari raya umat Islam, yaitu Idulfitri dan Iduladha, sebagai hari libur resmi. Negara bagian California merupakan rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar di AS, dengan perkiraan populasi mencapai satu juta jiwa.

Gubernur California, Gavin Newsom, mengesahkan aturan tersebut pada akhir pekan lalu, yang memasukkan Idulfitri dan Iduladha ke dalam daftar hari libur resmi negara bagian.

Aturan ini diusulkan oleh anggota legislatif California, Matt Haney, dan didukung oleh berbagai kelompok komunitas Muslim. Haney menyatakan bahwa pengakuan terhadap hari raya Idulfitri akan memungkinkan masyarakat untuk merayakannya bersama keluarga tanpa harus melakukan "pengorbanan yang tidak perlu."

Berdasarkan aturan baru ini, pekerja tidak secara otomatis mendapatkan hari libur berbayar, serta kantor pemerintah, pengadilan, sekolah, maupun tempat usaha tidak diwajibkan untuk tutup. Pegawai negara bagian dapat menggunakan jatah cuti yang ada untuk merayakan hari raya tersebut, sementara sekolah negeri dan perguruan tinggi komunitas dapat meliburkan kegiatan berdasarkan kesepakatan dengan para pegawai.

Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang California—sebuah organisasi hak-hak sipil Muslim yang turut mendukung inisiatif tersebut—menyambut baik penandatanganan aturan itu. Mereka menyatakan bahwa selama beberapa dekade, umat Muslim kerap menghadapi "pilihan sulit" antara menjalankan kewajiban agama dan memenuhi tuntutan pekerjaan atau akademis.

Washington menjadi negara bagian AS pertama yang mengakui Idulfitri dan Iduladha pada tahun 2025, meskipun undang-undangnya tidak mewajibkan hari-hari tersebut sebagai hari libur berbayar. Perayaan Idulfitri dan Iduladha sebenarnya telah lama diakui secara lokal di berbagai wilayah lain di AS; misalnya, sekolah-sekolah negeri di Kota New York telah memasukkan kedua hari raya tersebut ke dalam kalender akademik mereka sejak tahun 2015.

Menurut Pew Research Center, populasi Muslim di AS telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari dua dekade, yakni dari perkiraan 2,4 juta jiwa pada tahun 2007 menjadi sekitar 5,5 juta jiwa pada tahun ini.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya