Teks Doa Menag di Hari Kesaktian Pancasila, Doakan Indonesia Terhindar dari Perpecahan

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 01 Oktober 2026 14:13 WIB
Menag Nasaruddin Umar.
Share :

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia selaku Inspektur Upacara. Rangkaian acara meliputi mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, pembacaan dan penandatanganan ikrar, serta diakhiri dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama.

Teks Doa Lengkap Menteri Agama

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, hamdas-syakirin, hamdan-na'imin, hamday-yuwafi ni'amahu wa yukafi'u mazidah. Ya rabbana lakal hamdu kama yambaghi li jalali wajhikal karimi wa 'adhimi sulthanik. Allahumma shalli wa sallim 'alaih.

Ya Allah, ya Syahid, ya 'Alim! Lihatlah kami hamba-Mu terpaku dan tertegun di hadapan saksi bisu sumur bersejarah ini, tempat di mana para pahlawan dan syuhada bangsa kami dikorbankan. Kami hadir di sini bukan hanya untuk mengenang jasa mereka, tetapi juga untuk membangkitkan energi batin kami guna melanjutkan perjuangan dan cita-cita luhur mereka. Kami mohon kepada-Mu, jadikanlah sumur bersejarah itu sebagai pintu masuk ke dalam surga-Mu yang Engkau janjikan kepada para syuhada-Mu.

Ya Allah, ya Qawiyyu, ya Matin! Engkau menganugerahkan Pancasila Sakti sebagai falsafah hidup yang menyatukan dan membimbing kami dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Melalui Hari Kesaktian Pancasila ini, kami mohon sadarkanlah kami semua bahwa harga sebuah kemerdekaan itu amat mahal. Berikanlah kami kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan untuk mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai prestasi dan keunggulan, disertai dengan niat yang luhur untuk kejayaan bangsa kami. Untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi segenap warga bangsa kami, hindarkanlah kami dari berbagai perpecahan yang bisa menguras energi bangsa kami.

Ya Allah, ya Nashir! Kami sedang dan terus berikhtiar mencurahkan segenap energi kami untuk meraih kejayaan bangsa kami. Jauhkanlah kami semua dari segala bentuk fitnah, kebencian satu sama lain, bencana, dan petaka yang dapat mengembalikan bangsa kami ke titik nol. Pada akhirnya kami pasrahkan segenap upaya kami kepada-Mu. Tuntunlah kami, bantulah kami, dan kabulkanlah seluruh doa-doa suci kami.

Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya