Advertisement
Advertisement

Beda Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri dengan Idul Adha

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2011 |16:51 WIB
Beda Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri dengan Idul Adha
Ilustrasi (muslimmatters)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada 28 Oktober. Padahal pada tanggal itu, sejumlah ahli rukyat dari ormas Islam meyakini sudah masuk 1 Dzulhijjah. Semestinya sidang isbat digelar di penghujung bulan bulan di awal bulan, ini alasannya.

Kepala Seksi Hisab Rukyat Kementerian Agama, Nurkhazin, mengatakan sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah tidak dilakukan di akhir Dzulqaidah (satu bulan sebelum Dzulhijjah dalam penanggalan hijriyah) karena Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah. Artinya masih ada jeda waktu yang luang.

Ini berbeda dengan Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Sehingga sidang isbat harus dilakukan setelah dilakukan rukyat di penghujung Ramadan. Penghujung bulan dalam penanggalan hijriyah bisa diprediksi sebelumnya secara hisab.

“Diperkirakan, sesuai dengan prediksi hisab 27 Oktober adalah akhir dari Dzulqaidah dan Jumat tanggal 28 merupakan awal Dzulhijjah. Hal ini karena penentuan awal Dzulhijjah tidak berkaitan langsung dengan perintah berpuasa, seperti Ramadan. Jadi tidak terburu-buru,” jelas Nurkhazin saat dihubungi wartawan, Selasa (25/10/2011).

Dia menambahkan, dari perhitungan posisi hilal akhir Dzulqaidah, posisi bulan cukup tinggi yakni 04 derajat 25 menit hingga 06 derajat 34 menit.

”Artinya, potensi perbedaan Hari Raya Idul Adha kemungkinan tipis terjadi. Mengingat hilal dengan ketinggian tersebut kemungkinan besar terdapat peluang terlihat kasat mata,” ujarnya.

Pengamatan hilal dilakukan pada 27 Oktober, namun sidang isbat baru digelar keesokan harinya.

(Dian AF)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement