Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Macet Parah, Waktu Tempuh Madiun-Nganjuk 4 Jam

Mukhtar Bagus , Jurnalis-Jum'at, 01 Agustus 2014 |16:15 WIB
Macet Parah, Waktu Tempuh Madiun-Nganjuk 4 Jam
A
A
A

NGANJUK - Penumpukan kendaraan pemudik yang hendak kembali ke daerah asal setelah berlebaran di kampung halaman mulai terlihat di jalur lintasan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 

Ribuan kendaraan terjebak macet baik di pintu masuk maupun pintu keluar kabupaten itu. Khususnya kendaraan pemudik yang bergerak ke arah Surabaya. Pemudik terjebak macet panjang di Kecamatan Kertosono.

Penyebab kemacetan karena padatnya lalu lintas kendaraan di perempatan lampu merah Kertosono. Sehingga kendaraan yang akan bergerak dari empat arah tersebut harus melintas secara bergantian.

Mungkin karena kesal dengan kemacetan tersebut, para pengendara roda dua nekat naik ke atas trotoar dan menjadikan trotoar tersebut sebagai jalan alternatif menghindari macet.

Sementara agar kemacetan tidak semakin parah, petugas terpaksa mengabaikan lampu lalu lintas dan mengatur arus lalu lintas secara manual.

Tak hanya di wilayah Kecamatan Kertosono, kemacetan panjang juga dialami pemudik sejak dari Saradan, Madiun hingga Kecamatan Bagor, Nganjuk. Panjang antrean kendaraan diperkirakan mencapai lebih dari 10 kilometer.

Panjangnya antrean kendraaan juga membuat waktu tempuh dari Madiun menuju Nganjuk menjadi lebih lama, mencapai empat jam. Padahal jika kondisinya normal hanya butuh waktu setengah sampai satu jam saja.

Penyebab kemacetan di jalur Madiun-Nganjuk masih sama dengan tahun-tahun lalu, yakni karena adanya penyempitan ruas jalan di beberapa titik baik di Nganjuk maupun Madiun.

“Setiap tahun seperti ini, harusnya ada solusi dari pemerintah dengan melakukan pelebaran jalan,” ujar Gunawan, seorang pemudik di jalur Madiun-Nganjuk, Jumat (1/8/2014).

(Risna Nur Rahayu)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement