Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan dr HM Subuh, MPPM menambahkan, kasus Mers-COV secara sporadis tetap terjadi di Arab Saudi. Gejalanya sering kali berupa infeksi nosokomial di kalangan tenaga kesehatan, tepatnya di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien Mers-COV.
Kewaspadaan terhadap penularan virus Mers-COV sudah dilakukan sejak tahun 2012. Namun sejak saat itu belum Ada jamaah haji dari luar Arab Saudi yang tertular.
"Kewaspadaan dan kesiagaan harus tetap dilakukan sepanjang tahun. Meskipun belum terjadi penyebaran ke berbagai negara, juga belum ada laporan tentang jamaah dari luar Arab Saudi yang terinfeksi Mers-COV," katanya.
Meski demikian, para jamaah haji selalu diminta waspada dengan melakukan upaya preventif. Pencegahan ini wajib dilakukan, salah satu caranya dengan tidak menyentuh onta yang menjadi sumber virus.