Kecelakaan crane di Masjidil Haram terjadi tepatnya pada Jumat, 11 September 2015 dekat pintu Babu Salam.
Sedikitnya 107 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka. Jamaah Indonesia yang turut menjadi korban jiwa sebanyak 10 orang dan 1 cacat permanen. Sementara juga terdapat jamaah yang alami luka berat dan luka ringan.
Pencairan tidak dapat segera dilakukan karena Saudi harus melakukan verifikasi ketat. Menurut Dubes Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh, ada upaya beberapa pihak memasukkan mayat lain dalam daftar korban crane. Verifikasi ulang dilakukan melalui proses forensik dan tes DNA.
Ditanya soal waktu pencarian, Agus mengungkap berdasarkan status nota diplomatik, dia berharap bantuan tersebut dapat segera cair. "Walau bagaimana pun ini kabar baik bagi ahli waris yang sudah menunggu kepastian sejak 2015," ujar Agus Maftuh.
(Angkasa Yudhistira)