
"Karena petugasnya baru 20-an orang, rencana pengadaan sekitar 10 alat (kursi roda) dulu,'' ujar Khoirizi.
P3JH merupakan tim yang baru dibentuk dan pertama kali diterjunkan dalam musim haji tahun ini.
Tim P3JH disiapkan untuk mengisi titik kosong yang selama ini kurang terlayani maksimal karena keterbatasan petugas pelayanan umum dan kesehatan, khususnya pada masa puncak haji, Arafah-Mina-Muzdalifah (Armina).
Tim P3JH dioptimalkan pada hari pertama lontar jumrah. Saat itu, jamaah haji Indonesia melakukan perjalanan tidak kurang 2 km dari pemondokan di Mina ke Jamarat untuk melempar jumrah aqabah. Tidak sedikit dari mereka yang kelelahan.
(Qur'anul Hidayat)