Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Aplikasi Siskohatkes, Pendukung Pekerjaan Petugas Haji di Tanah Suci

Amril Amarullah , Jurnalis-Senin, 03 September 2018 |16:54 WIB
Pentingnya Aplikasi Siskohatkes, Pendukung Pekerjaan Petugas Haji di Tanah Suci
Pengoperasian aplikasi Siskohatkes di Android (Foto: Amril/Okezone)
A
A
A

MADINAH - Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (Siskohatkes) menjadi begitu penting dalam rangka mendukung kerja para petugas haji di Tanah Suci.

Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat untuk tiap kloter, sebelum berangkat ke Tanah Suci mendapat pelatihan mengoperasikan aplikasi Siskohatkes. Selanjutnya TKHI wajib mengunduh aplikasi tersebut, untuk mengirim laporan selama bertugas di Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusup Singka, menegaskan bahwa sebagian besar TKHI dapat mengoperasionalkan Siskohatkes di android.

“Terbukti 99,9% mereka memasukan laporan ke Siskohatkes. Jadi tidak benar kalau TKHI sebagian besar tidak tahu cara melaporkan melalui telefon selulernya,” tegas Eka.

Ada 4 poin yang perlu dilaporkan dalam Siskohatkes, yaitu rawat jalan, rujukan, visitasi dan pengawasan makanan. Dua poin yang perlu segera (realtime) dilaporkan oleh TKHI adalah data visitasi (kunjungan langsung TKHI ke jemaah) dan pengawasan makanan. "Siskohatkes merupakan ujung tombak data jamaah,” jelas dr. Erda Guswanti Rohman, TKHI dari Kloter PLM 11.

Tahun lalu Erda juga merupakan TKHI, sehingga tidak asing baginya menggunakan aplikasi Siskohatkes ini. Siskohatkes sangat membantu TKHI yang bertugas di lapangan. Pelatihan yang diberikan di masing-masing embarkasi mudah diaplikasikan.

“Pelatihan yang diberikan oleh Pusat Kesehatan Haji Kemenkes cukup detil. Mulai membuka aplikasi, sampai mengirimkan ke admin,” kata dr. Vita Adhiana Koedoes, TKHI UPG 71 dari Papua. Menurut Vita yang sehari-hari bekerja sebagai dokter di Puskesmas Sentani, Papua, Siskohatkes menjadi sarana untuk waspada terhadap jemaah berisko tinggi (Risti) kesehatan.

“Siskohatkes sangat membantu terutama untuk mengetahui keadaan kesehatan jamaah sebelumnya. Kita sudah tahu hasil pemeriksaan tahap pertama, tahap kedua dan riwayat penyakit sebelumnya tanpa harus melakukan anamnesa. Begitu buka ada semua data tentang jamaah, nomor porsi, nomor rekam medis, sampai nomor paspor semua ada di situ. Jadi benar-benar kita tahu,” kata Vita.

Hal senada disampaikan oleh Said Muhammad Erwin, TKHI perawat dari Kloter MES 09. Ia menjelaskan bahwa dengan Siskohatkes TKHI dapat mengetahui data riwayat penyakit terkini.

“Ada informasi yang terakhir. Sendainya ada jemaah yang kita rujuk, maka ada riwayat penyakitnya. Jadi kita sinkronkan dengan alasan kita merujuk. Kita juga bisa mengetahui dalam 1 hari itu berapa jamaah yang kita rawat. Demikian pula dengan KKJH (Kartu Kesehatan Jemaah Haji). Data yang ada di dalamnya akurat dan mudah diakses,” jelas Said.

Kapuskes Haji menyatakan bahwa KKJH Elektronik ini mudah diakses oleh TKHI. “Kartu Kesehatan Haji Elektronik bisa diakses dengan mudah oleh TKHI. Tidak pernah ada complained dari TKHI,” jekas Eka.

Amira, dokter TKHI yang bertugas di JKG 26 pernah memiliki pengalaman tentang KKJH saat merujuk pasien di RSAS Mina Al Wadi. Saat itu ada pasien yang bukan jamaahnya sedang dirawat. Dokter RSAS Mina Al Wadi menanyakan riwayat penyakit pasien tersebut.

"Meski pasien itu bukan jamaah saya, tapi saya bisa mengetahui riwayat penyakitnya dari KKJH pasien. Dokter spesialis tersebut sangat kagum melihatnya karena kita bisa langsung tahu riwayat penyakit dari jemaah haji, apakah ada DM, hipertensi, dan lain-lainnya dengan satu kali klik scan barcode, data muncul semua. Mereka sangat apresiasi," kata Amira.

Menurut Amira, KKJH bagi jemaah haji dapat digunakan sebagai identitas yang kemana-mana harus dikalungkan oleh jemaah haji itu sendiri. "Dengan KKJH, bila kita menemukan jamaah yang tersesat pun bisa segera tahu namanya dan dari mana kloternya. Kemudian kita share di grup, agar jemaah tersesat tersebut dapat dijemput," tambahnya.

Terkait Siskohatkes, Amira juga menilai praktis dan mudah. "Kita bisa lihat dengan Siskohatkes semua riwayat penyakit sejak dari Indonesia. Untuk penginputan dan pelaporan juga lebih mudah karena online dan tidak banyak menulis," kata Amira.

Adapun tantangan dalam mengoperasiokan Siskohatkes adalah pada sinyal di Arab Saudi yang sering hilang timbul.

“Gangguan sinyal merupakan tantangan yang kerap dihadapi oleh TKHI dalam menginput data. Khususnya pada fase Armina, dimana suasana sangat panas sehingga berpengaruh kepada telepon selular yang hang, selain juga sinyal provider di Saudi yang hilang timbul,” jelas Vita.

(Khafid Mardiyansyah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement