JAKARTA - Setiap manusia pasti pernah menghadapi kesulitan, harapan, atau keinginan besar yang ingin diwujudkan. Sebagai hamba yang lemah, umat Islam diajarkan untuk memohon bantuan Allah SWT, salah satunya melalui sholat sunnah Hajat dan doa. Sholat Hajat adalah sarana spiritual khusus bagi seorang Muslim untuk menyampaikan kebutuhan spesifiknya kepada Allah SWT.
Anjuran melaksanakan sholat Hajat bersumber dari hadits Rasulullah SAW. Berdasarkan riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda mengenai tata cara bagi mereka yang memiliki keperluan:
مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ فَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ
Man kaanat lahu ilallaahi haajatun au ilaa ahadin min banii aadama falyatawadldla' falyuhsinil wudluu'a tsumma liyushalli rak'ataini.
Artinya: "Barangsiapa yang mempunyai keperluan (hajat) kepada Allah atau kepada salah seorang manusia, maka hendaklah ia berwudhu dengan sebaik-baiknya wudhu, kemudian sholat dua rakaat." (HR. Tirmidzi).
Sholat Hajat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan salam di setiap dua rakaat. Sholat ini dapat dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat. Namun, waktu paling mustajab adalah pada sepertiga malam terakhir.
Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
Luruskan niat di dalam hati semata-mata karena Allah SWT untuk memohon pertolongan-Nya.
Bacaan Niat:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Memulai sholat dengan Takbiratul Ihram, dilanjutkan dengan membaca doa Iftitah. Doa ini merupakan pujian awal sebelum masuk ke inti surat.