Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramadan di New Zealand, Tak Ada Suasana Mencekam

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 14 Mei 2019 |02:31 WIB
Ramadan di New Zealand, Tak Ada Suasana Mencekam
A
A
A

Terlepas dari kejadian Christchurch, sejak lama New Zealand sudah menjadi tanah bagi banyak etnis. Mayoritas penduduk nya yang merupakan pendatang membuat New Zealand menjadi negara dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Tidak hanya masyarakat yang heterogen, umat muslim di New Zealand juga berasal dari latar belakang etnis beraneka ragam. Semua kemajemukan tersebut terbalut dalam satu nilai yang sama, yaitu ukhuwah Islamiyah.

"Umat Islam di sini terdiri dari berbagai macam etnis dan negara asal, namun diikat dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang sangat kuat. Ada yang berasal dari Fiji, India, Pakistan, Bangladesh, Timur Tengah, Asia Tenggara, China, Eropa, Afrika dan sebagainya. Semua menyatu dalam shaf-shaf shalat taraweh dan shalat fardhu yang lima waktu," ucap Kopri.

Kini, Kopri dan kolega sesama da'i Ambasador Dompet Dhuafa di New Zealand sedang mengemban tugas menyampaikannya syiar Islam. Pesan-pesan perdamaian yang merupakan intisari dari ajaran Islam akan terus dikumandangkan di bumi Selandia Baru selama Ramadan ini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement