Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendekati Akhir Ramadan, Arab Saudi Kerahkan Pasukan Keamanan Udara

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 28 Mei 2019 |16:48 WIB
Mendekati Akhir Ramadan, Arab Saudi Kerahkan Pasukan Keamanan Udara
Arab Saudi Kerahkan Pasukan Udara Jelang Lebaran (Foto: Arabnews)
A
A
A

BULAN Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Alhasil, banyak sekali umat muslim yang memilih untuk pergi ke Tanah Suci untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tentunya fasilitas keamanan pun dikerahkan secara penuh untuk membantu para peserta umrah yang kian membeludak selama Bulan Ramadan. Untuk menunaikan tugasnya sebagai pasukan keamanan umrah, Komando Penerbangan Keamanan Umum telah meningkatkan kesiapannya.

Mereka meningkatkan operasi pemantauan udara di Makkah selama 10 hari terakhir selama bulan Ramadan. Mereka mengamati lalu lintas di jalan-jalan utama kota, menyediakan dukungan logistik untuk semua sektor keamanan pemerintah dan siap melakukan penyelamatan serta evakuasi melalui udara.

Pasukan Udara Arab Saudi Jelang Akhir Ramadan

Sebagaimana dilansir Arab News, Selasa (28/5/2019), upaya ini dilakukan untuk mengatasi meningkatnya jumlah peziarah saat berakhirnya Ramadan. Pemerintah sendiri telah mengimbau pasukannya agar selalu siap siaga menjelang 10 hari terakhir Ramadan.

Imam sekaligus Khatib Masjidil Haram, Abdulrahman Al-Sudais memberikan pidato kepada para pejabat kepresidenan. Ia mendesak mereka untuk menggunakan sisa bulan Ramadan untuk berdoa dan melayani para peziarah yang melakukan umrah.

“10 hari suci ini harus dihabiskan dengan tekun sepenuhnya. Ini adalah kesempatan untuk menjauh dari nyala api neraka. Nabi Muhammad (SAW) paling rajin selama hari-hari yang diberkati ini, bahkan lebih dari pada malam doa,” terang Al-Sudais.

Lebih lanjut Al-Sudais mengatakan bahwa memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah merupakan sebuah kehormatan bagi Arab Saudi. Oleh sebab itu fasilitas bantuan lewat udara akan dikerahkan dengan maksimal.

“Kita semua berdedikasi untuk melayani para jamaah yang berkunjung untuk umroh dan berdoa di Masjidil Haram Mekah. Melayani para peziarah adalah suatu kehormatan bagi Arab Saudi,” tambahnya.

Di sisi lain Raja Arab Saudi, Raja Salman telah menyerukan diselenggarakannya dua puncak dari negara-negara Teluk dan Arab yang akan diadakan pada 30 Mei di Mekah.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri yang dilakukan oleh SPA, raja telah mengirim undangan kepada para pemimpin negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan para pemimpin negara-negara Arab lainnya.

Mereka berencana untuk membahas serangan baru-baru ini oleh Houthi yang didukung Iran di UEA dan di Arab Saudi. Selain itu mereka juga akan berbincang seputar jaringan pipa minyak dan dampaknya pada wilayah tersebut.

Al-Sudais mendesak para pejabat kepresidenan untuk membuat pertemuan puncak ini berhasil. Pasalnya para pemimpin yang diundang adalah tamu-tamu Allah dan juga Kerajaan.

Dia meminta staf kepresidenan untuk diberi penghargaan atas dedikasi dan kesetiaan mereka. Ia berharap pertemuan puncak itu akan menjadi sebuah kekuatan pemersatu.

(Renny Sundayani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement