Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hipnoterapi Metode yang Dibutuhkan Jamaah Haji

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 26 Juni 2019 |14:01 WIB
Hipnoterapi Metode yang Dibutuhkan Jamaah Haji
Melaksanakan Ibadah Haji (Foto: Pixabay)
A
A
A

ANTUSISME masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji di Arab Saudi begitu besar. Tak jarang sebagian dari jamaah haji kerap mengalami kelelahan dan stress hingga tidak dapat beraktivitas.

Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini adalah usia, beratnya proses haji, cuaca ekstrim serta ketidakmampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tentunya pemerintah tidak tinggal diam dengan hal ini.

Penanganan khusus serta perawatan sangat diperlukan dalam kasus tersebut. Melihat hal tersebut Konsolidasi dan Penguatan Komunikasi Persuasif Petugas Kesehatan Haji Indonesia Tahun 2019 mengadakan pertemuan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Cilandak.

Sekira 60 orang peserta mengikuti pembekalan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang berasal dari kawasan Jabodetabek. Dalam kesempatan itu, Tim BBPK, Iman Katsubi mengimbau agar tim kesehatan haji perlu dibekali dengan kemampuan untuk membantu jamaah haji yang kelelahan dan stres.

“Kemampuan teknis sebagai tenaga kesehatan yang menonjol ialah memberikan tindakan medis dengan pengobatan. Padahal bisa didukung dengan penanganan kekuatan mental dan mendorong motivasi spiritual kepada jemaah yang kelelahan dan stres,” ujar Iman Kastubi, Widyaiswara, beberapa waktu lalu.

Kemampuan komunikasi persuasif yang diberikan kepada tenaga kesehatan yang tergabung dalam TKHI dirasakan amat diperlukan. Teknik komunikasi seperti ini menjadi salah satu upaya untuk melengkapi kemampuan teknis tenaga kesehatan untuk memandirikan jemaah dalam memelihara kesehatannya.

Dalam kesempatan ini terdapat empat macam materi komunikasi persuasif yang disampaikan kepada para peserta. Promosi kesehatan, akupresur/pijat, SEFT dan hipnoterapi. Tujuan komunikasi ini untuk membuat perubahan pada sikap dan perilaku individu.

Iman pun menganjurkan para petugas kesehatan untuk membina suasana terlebih dulu agar materi yang disampaikan bisa lebih mudah diterima ketika keadaan sudah mulai cair. Bina suasana dapat menciptakan rasa nyaman, akrab, percaya diri, melepas ego, dan mengondisikan peserta jamaah haji siap menerima materi.

Sebagaimana diketahui hipnoterapi adalah salah satu metode yang sangat dibutuhkan bagi para masyarakat yang menunaikan ibadah haji. Pasalnya, terapi ini bisa mengatasi gangguan fisik dan psikologis.

Caranya dimulai dari tahap pra induksi, lalu induksi untuk memberikan sugesti yang dapat membawa pasien/klien untuk berpindah dari alam sadar ke setengah sadar.

Dalam kondisi relaksasi, pasien atau jemaah akan dibimbing memasuki kondisi hipnosis yang lebih dalam. Pada fase ini bisa diberikan sugesti kesehatan badan atau perasaan gembira atau keadaan positif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi jemaah.

Proses ini dapat dilakukan dalam tempo waktu 5 hingga 10 menit. Metode hipnoterapi ini terbukti ampuh untuk mengatasi masalah kejiwaan seperti fobia kecemasan meninggalkan keluarga. Serta mampu menghilangkan kebiasaan merokok, mengurangi kecemasan akibat lingkungan baru, dan tidak mau makan.

Iman pun berharap dengan adanya metode ini, para jemaah haji mampu menunaikan ibadahnya dengan lancar tanpa terganggu oleh masalah kesehatan fisik dan mental. Selain itu ia pun ingin mewujudkan situasi dimana para jemaah saling memperhatikan dan mendukung satu sama lain.

“Harapannya jemaah bisa mandiri menyelesaikan masalahnya tanpa bergantung pada tenaga kesehatan. Yang sakit bisa kembali sehat. Sedangkan yang sehat dapat membantu petugas kesehatan TKHI. Jadi jemaah saling memperhatikan, saling dukung, saling menyelamatkan dan menyehatkan,” tutup Iman.

(Renny Sundayani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement