Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mama Idil Berangkat Haji Berkat Rajin Menabung Hasil Jualan di Kantin

Antara , Jurnalis-Rabu, 17 Juli 2019 |11:35 WIB
Mama Idil Berangkat Haji Berkat Rajin Menabung Hasil Jualan di Kantin
Inar Amit Undal atau Mama Idil akhirnya berangkat haji setelah gigih menabung hasil berjualan di kantin sekolah. (Foto: Firman/Antaranews)
A
A
A

BANJARMASIN – Tingginya biaya ibadah haji, plus daftar tunggu yang begitu lama, ternyata tidak menyurutkan keinginan umat Islam di Banua, Kalimantan Selatan, untuk bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu.

Materi pun tidak menjadi halangan. Dengan niat lurus ingin menjadi tamu Allah Subhanahu wa ta'ala beribadah menatap Kakbah secara langsung, ternyata ada saja jalan dan rezekinya.

Hal itu seperti dialami Inar Amit Undal. Ibu berusia lanjut yang pada 19 Oktober 2019 nanti genap berusia 85 tahun ini hanya mengumpulkan uang dari hasil berjualan di kantin sekolah, hingga akhirnya bisa berangkat haji.

"Saya menabung Rp30 ribu sehari dari hasil jualan. Setelah terkumpul Rp25 juta, saya lakukan setoran awal daftar haji pada tahun 2016," kata Mama Idil –sapaan akrabnya, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Kisah Petani Karet Berangkat Haji Setelah 8 Tahun Menabung 

Mama Idil terbilang sangat beruntung. Doanya untuk bisa berhaji di sisa masa hidupnya diijabah Allah Subhanahu wa ta'ala. Betapa tidak, jika sesuai daftar tunggu haji di Kalsel saat ini 31 tahun, maka seharusnya dia mendapat giliran berangkat pada 2047. Tentu waktu yang sangat lama dan rasanya kecil peluang untuknya yang sudah lansia.

Tanah Suci Makkah. (Foto: Ist)

Namun, tidak ada yang mustahil di dunia, sepanjang ada niat pasti ada jalan. Rezeki untuk beribadah haji pun datang menghampirinya. Di mana ada kuota tambahan untuk haji Indonesia keberangkatan 2019 sebanyak 10.000 jamaah, setelah Presiden Joko Widodo bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud di Istana Al Qahr al Khas, Riyadh, pada 14 April 2019.

Baca juga: Perjuangan Mbah Narto Naik Haji, Kerja Keras dan Sakit Jadi Tantangannya 

Sang anak bungsu, Badrun, tiba-tiba dihubungi petugas Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin pada Ramadan lalu yang memberitahukan bahwa ibunda tercinta termasuk kuota tambahan untuk berangkat haji tahun ini.

Uang tabungan yang dikumpulkannya pun dibuka dan dihitung untuk segera melunasi sisa biaya haji reguler yang tahun ini Rp37.885.084.

"Alhamdulillah uangnya cukup dan saya bisa melunasi," tutur Mama Idil yang kelahiran Desa Masukau Luar, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, saat ditemui di Kantin MAN 3 Banjarmasin, tempatnya berjualan makanan ringan dan aneka minuman instan khas kantin sekolah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement