Bahkan, Mahmud sempat mengamuk kepada petugas sampai akhirnya petugas menjemput Nenek Kalsum yang kebetulan berada di barisan antrean lain.
Nenek Kalsum yang biasa dipanggil Mak Cum pun kemudian datang dan membujuk sang suami sampai akhirnya mau turun. Tentu saja dengan ditemani sang istri.
“Akhirnya kita bawa, tapi mereka tak bisa dipisahkan. Dari mulai di ambulans sampai ke pesawat Mak Cum enggak bisa bergerak. Karena kalau sampai Mak Cum bergerak, Pak Mahmud bisa marah-marah lagi,” katanya.

Di atas pesawat, terjadi lagi hal yang sama. Saat Mak Cum terpaksa ke toilet dua kali, Kakek Mahmud pun terpaksa ditangani petugas karena khawatir dipisahkan dari belahan jiwanya itu.