MADINAH - Salah satu yang menjadi tantangan dalam mendorong jamaah haji dari Madinah menuju ke Makkah adalah karakteristik jamaah yang berbeda.
Misalnya, jamaah yang berasal dari embarkasi Medan (MES) dan embarkasi Ujung Pandang (UPG) yang umumnya terdiri dari jamaah asal Makassar.
"Seperti teman-teman dari Medan, Makassar dalam menyikapi persoalan kadang-kadang karena responsif dan kadang mau langsung ibadah membutuhkan kesabaran kita ekstra," jelas Kepala Sektor 2 Muh Rusdi Umar di Madinah.

Jamaah yang berasal dari Medan, kata dia, karakternya hampir sama dengan jamaah dari Makassar. Sementara jamaah dari embarkasi Solo (SOC) hampir sama dengan jamaah embarkasi Surabaya (SUB). Jamaah asal Palembang (PLM) memiliki karakter hampir sama dengan embarkasi Banjarmasin (BDJ).
Dia bercerita, menghadapi jamaah asal Medan atau Makassar tentu berbeda dengan menghadapi jamaah asal Solo atau Surabaya. Hal itu, kata dia, membuat petugas haji harus kreatif dalam menyusun strategi agar ibadah haji jamaah tetap berjalan dengan lancar.

"Jamaah haji punya karakter masing-masing, tapi yang sangat berperan adalah petugas kloter, kalau petugas tidak punya nyali mengatur kloter tersebut, tidak punya kemampuan manager yang harus bias mengatur memetakan, itu yang sulit," jelas dia.
(Qur'anul Hidayat)