MADINAH - Semua jamaah haji reguler di Kota Madinah akan habis diberangkatkan ke Makkah pada 28 Juli 2019. Sementara jamaah haji khusus akan berpindah ke Makkah maksimum pada 5 Agustus 2019.
Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari menjelaskan, pihaknya memberangkatkan sekira 15-20 kloter tiap hari.
"Sampai hari ini tersisa 50.000 jamaah di Madinah berangsur-angsur akan diberangkatkan hingga 28 Juli 2018," jelas Jauhari di Masjid Nabawi, Madinah, Minggu (21/7/2019).
Sementara untuk haji khusus, baru datang ke Tanah Suci pada 19 Juli dan terakhir pada 2 Agustus di Madinah.
"Sesuai talimatul hajj, 5 Agustus adalah batas terakhir jamaah haji ada di Madinah," kata dia.
Dia melanjutkan, jamaah haji khusus yang baru tiba pada 2 Agustus di Madinah tidak akan mengikuti program arbain, atau solat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.
"Karena tanggal 5 Agustus akan diberangkatkan ke Makkah," ungkap dia.

Jauhari memaparkan, hingga hari ke-16 operasional haji, jumlah jamaah haji di Madinah sudah mulai menurun setelah mengalami masa puncak beberapa waktu lalu.
"Tanggal 14 Juli kita mulai melakukan pendorongan. Tanggal 20 Juli merupakan kedatangan terakhir. Praktis kita hanya melakukan pendorongan jamaah ke Makkah," tutur dia.
Walau begitu, bukan berarti pihaknya menjadi kendor dalam hal pelayanan, pembinaan dan perlindungan jamaah haji di Madinah.
"Ada beberapa konsen kita terkait perlindungan jamaah," jelas Jauhari.
Pihaknya akan terus melakuka pengamanan terhadap jamaah, khususnya di Masjid Nabawi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kepada jamaah.
"Di Sisa waktu yang ada, kami tetap melakukan penangangan di Masjid Nawabai dengan menempatkan petugas di sejumlah titik rawan," tutur dia.
(Qur'anul Hidayat)