MAKKAH - Demi menghadirkan cita rasa nusantara dalam masakan yang akan disajikan kepada jamaah haji Indonesia, penggunaan bumbu-bumbu khas Indonesia pun wajib dilakukan.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menjelaskan, menghadirkan bumbu dapur khas Indonesia di tanah Arab bukan suatu hal yang mudah.
Ketentuan penggunaan bumbu dapur segar dari Indonesia telah ditetapkan sejak tahun lalu, tapi baru bisa diwujudkan tahun ini.
"Tahun lalu karena waktunya mepet, sementara bahan yang tersedia terbatas, maka terpaksa hanya menggunakan bahan kering ataupun bubuk. Alhamdulilah tahun ini bisa terlaksana," jelas Sri Ilham, Jumat (26/7/2019).
Saat meninjau salah satu dapur katering di wilayah Jabal Nur, Makkah, Sri Ilham melihat persediaan bumbu dapur segar mulai dari sereh, lengkuas, jahe, cabai, daun salam hingga daun jeruk.

"Daun jeruk ini langka di Saudi. Ini betul-betul harus dikirim dari Indonesia," tuturnya.
Saat ini, dia melanjutkan, pihaknya bisa menemukan bumbu dapur segar khas Indonesia tersedia di dapur-dapur katering yang menangani konsumsi jemaah haji Indonesia.
"Ini bukti mereka betul-betul mentaati persyaratan dari kita. Menggunakan bumbu dari Indonesia. Dan ini betul-betul bumbu yang fresh. Semoga ini bisa meningkatkan cita rasa masakan bagi jemaah haji kita," ujar Sri Ilham.
(Qur'anul Hidayat)