Ia mengimbau jamaah yang mengambil pilihan melaksanakan Tarwiyah untuk lebih waspada dan hati-hati. Sebab, penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas dan diperkirakan cuaca akan sangat terik.
"Proses ibadah haji memerlukan energi besar dan stamina prima. Imbauan kami, lebih prioritaskan yang rukun terlebih dahulu, lalu wajibnya, dan terakhir sunah," jelas Subhan.
Baca juga: Tenda di Arafah Diberikan Nomor, Begini Mekanismenya!
Dalam sejarahnya, Ibadah Tarwiyah dikaitkan dengan peristiwa mimpi Nabi Ibrahim Alaihisalam yang diperintah menyembelih Nabi Ismail Alaihisalam, anak kesayangannya dari Siti Hajar.
Mimpi yang sama terulang pada malam kesembilan hingga Ibrahim yakin bahwa itu perintah Allah Subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu, hari kesembilan disebut hari Arafah (mengetahui).
Baca juga: Dirjen Haji Pastikan Space untuk Jamaah Haji di Tenda Arafah
Sehari berikutnya (10 Zulhijah), Nabi Ibrahim Alaihisalam kembali bermimpi yang sama untuk kali ketiga. Sehingga, dilaksanakanlah perintah itu pada 10 Zulhijah pagi, dan itu disebut hari Nahar (menyembelih).
(Hantoro)