Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duka di Jabal Rahmah

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 31 Juli 2019 |21:18 WIB
Duka di Jabal Rahmah
Jabal Rahmah (Foto: Reuters)
A
A
A

"Wid, Mbak Fitri telefon. Ada jamaah pingsan di atas Jabal Rahmah. Dia cuma berdua sama Fajar di sana," kata Satwika, salah satu personel tim Media Center Haji (MCH), usai menerima telefon.

Kami yang tengah berada di dalam mobil memang sedang ngadem, di tengah panasnya sengatan matahari di Jabal Rahmah, salah satu gunung bersejarah di Makkah.

Jabal Rahmah sendiri merupakan gunung yang menjadi saksi sejumlah kisah dari Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Suhu saat itu sekira 40 derajat celcius.

Seperti biasa, pagi itu kami keluar hotel. Berkeliling memantau situasi, mengambil gambar dan mencari berita. Kami berkeliling mengitari Mina dan akhirnya sekira pukul sepuluh pagi waktu Arab Saudi, kami tiba di Jabal Rahmah.

"Yuk, mau ke sana," sahut saya.

Baca Juga: Panas, Jamaah Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Jadilah saya dan Wika berjalan dari tempat mobil diparkir menuju ke arah Jabal Rahmah. Sebelum kami ke sana, sebelumnya Fajar memang sudah ke lokasi mobil.

Jabal Rahmah

Kemudian, dia kembali pergi berdua dengan Rahman dengan tergesa-gesa dan berlari-lari. Saya baru tahu kemudian, ini adalah tentang jamaah yang jatuh tidak sadarkan diri tersebut.

Saya lalu berjalan cepat. Satwika di belakang saya. Saya sempat tengok beberapa kali ke belakang, kami terpaut sekira 5 meteran.

Saya kian mempercepat langkah saya, ketika saya melihat Fitri di kaki bukit tersebut. Dari kejauhan, sekilas saya melihat wajah Fitri yang panik, tengah berbicara dengan sejumlah orang yang juga mengenakan seragam petugas haji.

Baca Juga: Seorang Jamaah Haji Indonesia Meninggal di Jabal Rahmah

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement