Dirinya merantau ke Arab Saudi sejak 1998. Kala itu Syaifudin menetap di Jeddah. Baru pada 2003, ia bermukim di Makkah.
Di Arab Saudi ini, Syaifudin bertemu dengan istrinya, Nafiz, yang bersama-sama berjualan. Kini mereka telah memiliki seorang anak.
"Saya nikah sudah sembilan tahun. Ketemu istri juga di sini," kata Syaifudin sambil menggedong putrinya yang masih balita.
Baca juga: Nenek Nurzanah Gigih Jual Gorengan hingga Bisa Berangkat Haji
Di sini, ia berjualan berbagai hidangan khas Jawa. Mulai bakso wong Solo yang dijual 5 riyal, urap seharga 6 riyal, bubur kacang ijo seharga 3 riyal, dan makanan khas Jawa lainnya.

"Masak berdua. Mulai masak dari malam," ungkap Syaifudin.
Baca juga: Di Tanah Suci, Nenek 91 Tahun Ini Berharap Kesembuhan Penyakitnya
Mengenai keuntungan, jangan ditanya. Sekali menggelar dagangan, paling tidak bisa mengantongi 1.000 sampai 1.500 riyal atau sekira Rp4 hingga 6 juta.
"Kalau jualannya pagi-malam, malah bisa sampai Rp10 juta," kata Syaifudin yang juga mengaku berjualan sejak pagi sampai malam.