MAKKAH - Masalah minimnya toilet atau kamar mandi di Mina selalu menjadi PR tersendiri sejak dahulu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Indonesia pun mengupayakan menambah urinoir.
"Muassasah sudah membantu menambah ada di setiap Maktab ada 8 urinoir meskipun hanya diperuntukkan bagi laki-laki," kata Menteri Agama Lukman Hakim yang juga merupakan Amirul Hajj saat meninjau Armuzna.
Dia bercerita, kondisi toilet yang terbatas di Mina memang berbeda dengan di Arafah dan Muzdalifah.
"Problem di Mina selalu masalah toilet yang sangat terbatas, kalau di Arafah Alhamdulillah sudah cukup memadai karena kita melihat toilet-toilet bertingkat di Arafah. Di Muzdalifah juga tadi kita lihat beberapa bertingkat," ucap dia.

Tambahan urinoir tersebut, kata Lukman, akan memberikan banyak manfaat bagi jamaah haji.
"Setidaknya itu bisa ikut membantu antrean yang selalu panjang ketika kita berada di Mina," kata dia.
"Tapi ya mudah-mudahan ini bisa diatasi dengan cara kita ingin menambah toilet-toilet yang sifatnya mobile yang ada di luar area tenda-tenda tadi," tambah Menag
(Awaludin)