"Untuk bisa menghendaki mabrur, maka berbagai aktivits, terkait akomodasi, transportasi, ibadah. Bahkan tawaf, sai, itu hanya syarat saja. Wukuf intinya. Berdiam sesaat untuk mengenali diri kita sebagai manusia. Islam agama mengedepankan kemanusiaan," paparnya.
Baca juga: Menag Tegaskan Petugas Haji Berada di Garda Terdepan Memberi Pelayanan
Menag melanjutkan, wukuf merupakan cara jamaah haji untuk kembali ke jati diri sendiri, mengenal diri sendiri, secara langsung ataupun tidak.
"Ketika kita menanyakan kepada diri sendiri, apakah haji kita mabrur? Itu sama dengan bertanya seberapa peduli dengan kebutuhan pokok kita."
(Hantoro)