JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi mulai mengimplementasikan Eyeb. Sistem pulang cepat ini masih dalam uji coba dan diberlakukan untuk jamaah haji, termasuk dari Indonesia, walau baru 16 kloter.
"Tahun depan, kita minta layanan ini kalau bisa diperluas untuk separuh jamaah haji," kata Direktur Jenderal Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Nizar, Senin (19/8/2019).
Baca juga: Arab Saudi Susun Fatwa Manasik Haji, Kemenag hingga MUI Dilibatkan
"Paling tidak separuhnya (menerima fasilitas Eyab), representasi dari beberapa embarkasi," jelas dia.
Menurut Nizar, pada tahun ini fasilitas Eyab masih diuji coba. Dia berharap tahun depan tidak hanya jamaah haji yang terbang dengan Saudi Airlines yang menerima fasilitas tersebut.
"Kami harapkan penerima manfaatnya tidak saja karena ini diperuntukkan juga bagi jamaah haji yang diangkut dengan Saudia. Nah, tentu nanti Garuda bagaimana? Tentu akan kita usulkan agar sama-sama perlakuan ini," kata dia.
Baca juga: Saudi Tawarkan RI Tambahan Kuota Haji Jadi 250.000, tapi Tunggu Renovasi Mina
Fasilitas ini, lanjut Nizar, sangat memanjakan jamaah haji. Dengan demikian, seluruh jamaah diharap masuk sistem tersebut.
"Karena perlakuan ini betul-betul istimewa menjadikan jamaah haji yang lain kalau tidak dilayani akan menjadi iri," ungkap dia.
(Hantoro)