MADINAH - Naik haji di usia muda memang bukan perkara mudah di Indonesia. Pasalnya, masa tunggu haji di Indonesia relatif masih cukup lama.
Pada 2019 ini, jumlah jamaah lanjut usia (lansia) jumlahnya mencapai sekira 62% dari total 231.000 jamaah asal Indonesia. Karena itu, tampaknya tidak akan mudah bertemu dengan jamaah haji yang masih masuk kategori milenial di Tanah Suci ini.
Padahal, usia muda akan memudahkan jamaah untuk menunaikan ibadah haji. Pasalnya, ibadah ini adalah ibadah yang banyak menguras energi.
"Haji itu (seperti) olahraga yang butuh kekuatan fisik, dan itu membutuhkan usia muda," kata salah satu jamaah dari embarkasi Surabaya, Akbar Ghaus Arisyagaf di Madinah.

Akbar yang masih berusia 25 tahun menyebut keberangkatannya dalam usia relatif muda karena inisiatif orang tuanya untuk mendaftarkan dia dalam usia belia.
"Alhamdulillah, didaftarkan orang tua saat berumur 13-14 tahun, atau kelas 1-2 SMP. Sekarang bisa pergi haji," jelas dia.
Sarjana Kedokteran dari Universitas Airlangga ini mengatakan, dirinya sangat bersyukur bisa naik haji di usia masih muda. Dia pun bisa naik haji sambil menjaga kedua orang tuanya yang pergi bareng dengan dirinya.
"Saya sangat bersyukur sekali, karena tidak semuanya dapat kesempatan seperti saya, " tutur dokter muda ini.