MADINAH - Tingkat kematian jamaah haji Indonesia di Arab Saudi telah meningkat. Karena itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) senantiasa berupaya dalam menekan angka jamaah sakit dan wafat.
Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daker Madinah, dr. Edi Supriatna mengatakan bahwa PPIH senantiasa mengawal jamaah dengan risiko tinggi (Risti) agar dapat meminimalisir gangguan kesehatan pada jemaah risti.
"Upaya kita adalah terus memberikan edukasi kepada jamaah Risti, dikawal terus bahwa kepulangannya sudah semakin dekat dan kondisi kesehatannya harus terus dijaga, salah satunya dengan selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar senantiasa terlindung dari gangguan kesehatan," kata dia, Senin (26/8/2019).
Hingga hari operasional haji ke-52, tingkat kematian jamaah haji Indonesia meningkat. Edi megatakan, peningkatan tersebut sebesar 15%.
"Kenaikan angka kematian mencapai 15%. (Per hari ini) ada 341 (jamaah wafat), tahun lalu ada 292 (jamaah wafat) di hari yang sama, di periode yang sama," tutur dia.

Baca Juga: Pemerintah Siap Minta Tambahan Kuota Haji Usai Renovasi Mina Rampung
Jika dibandingkan berdasarkan persentase berdasarkan kuota, angka kematian jamaah juga memang meningkat.
Pada 2018, dengan kuota 221.000 dan yang wafat 292 orang, maka secara persentase jumlah yang meninggal tersebut mencapai 0,13%.
Sementara itu, pada 2019, dengan kuota sebanyak 231.000 jamaah dan yang wafat mencapai 341, maka jumlah jamaah meninggal mencapai 0,15%.
"Pada saat ini, memang sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. Maka kita melakukan upaya untuk meningkatkan kesehatan jamaah," kata dia.
(Edi Hidayat)