
Namun, saking maraknya coretan-coretan yang ada, maka sangat sulit mendeteksi pelakunya. "Banyak tulisan-tulisan itu, tidak tahu siapa penulisnya, dan apa maksud mereka menulis. Kadang kita tidak paham tulisan itu, kadang ada juga yang ditulis dengan bahasa kita," tuturnya.
Subhan pun menegaskan, hal semacam ini tidak perlu diikuti oleh para jamaah. "Tempat-tempat itu kan sangat bersejarah dan punya makna sejarah yang luar biasa. Kalau itu dikotori dengan coretan-coretan semacam itu, sangat disayangkan sekali," kata Subhan.
(Rizka Diputra)