Kantor Teknis Urusan Haji juga yang akan menyiapkan pendamping yang akan mendampingi jamaah tersebut.
"Apabila kondisi jamaah sakit itu dalam kondisi duduk, maka pendampingnya adalah 1 orang, sementara apabila kondisi jamaah sakit yang akan dipulangkan dalam kondisi berbaring, maka pendampingnya 2 orang," ucap dia.
Kantor TUH juga akan melakukan persiapan yang harus disiapkan saat evakuasi jamaah sakit. Misalnya, apakah jamaah sakit ini memerlukan oksigen dalam jumlah tertentu, maka akan dilakukan koordinasi dengan maskapai agar menyiapkan oksigen. Persiapan juga dilakukan untuk dokumen jamaah sakit itu.
"Meskipun operasional penyelenggaraan ibadah haji selesai pada tanggal 16 September yang akan datang, namun penanganan terhadap jamaah sakit di RS akan terus dilakukan sampai betul-betul jemaah itu habis, tidak ada lagi yang tertinggal di Arab Saudi," ungkap dia.
(Awaludin)