nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Nabi Menceraikan Istri, Kenapa?

Nada Husna, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 00:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 06 330 2138924 kisah-nabi-menceraikan-istri-kenapa-HFAgg1ysMn.jpg Ilustrasi perceraian (Foto: Shutterstock)

Baru-baru ini umat Islam di Tanah Air dikejutkan oleh kabar Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menceraikan istrinya, Mellya Juniarti. Ternyata tak hanya UAS yang pernah bercerai, ada kisah Nabi menceraikan istri.

Bila melihat kasus perceraian yang dialami UAS, dalam sejarah Islam, tercatat Nabi menceraikan istri. Perceraian merupakan hal yang sangat tidak diinginkan oleh pasangan suami istri. Dalam Islam perceraian memang tidak dilarang, tetapi Allah membenci sebuah perceraian. Artinya, bercerai adalah pilihan terakhir bagi pasangan suami istri ketika memang tidak ada lagi jalan keluar lainnya.

“Perceraian merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah dan harus dicegah dalam kehidupan rumah tangga, tetapi setiap jodoh, rezeki, dan maut sudah Allah tentukan bahkan jodoh manusia pun ada yang lebih dari satu tentu ada sebab musababnya. Ketika sudah berumah tangga kondisi apa yang terjadi nanti karena kita tidak akan tahu kalau belum menjalaninya. Perceraian terjadi karena pasti ada salah satu pihak istri/suami yang merasa dirugikan, tetapi sesulit masalah semuanya ada jalan keluarnya meskipun dengan cara bercerai. Sebelum sampai ke perceraian biasanya ada tahapan-tahapan untuk pencegahan agar tidak terjadi perceraian,” kata ustadzah Noviyanti, alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Tafsir Hadist.

Alasan UAS menjatuhkan talak atau cerai diungkapkan Ketua Tim Kuasa Hukum UAS, Hasan Basri karena hal sederhana, yakni tidak ada lagi kecocokan di antara keduanya, baik Ustadz Abdul Somad maupun Mellya Juniarti. Nabi SAW sendiri menceraikan 4 istrinya karena rasa cemburu yang terlalu dalam, mengidap penyakit kusta, dan duanya lagi oleh sebab tertentu.

“Zaman Rasul saja sudah ada, bagaimana dengan zaman kita yang sekarang ini. Rasulullah memang suri tauladan bagi umat Islam, segala bentuk kegiatan kehidupan sehari-harinya merupakan sunah, tapi sebelum berlandaskan hadist kita kembali lagi ke Alquran,” ujarnya lagi mengenai kisah Nabi menceraikan istri.

Berikut kisah Nabi SAW yang menceraikan empat istrinya dirangkum dari berbagai sumber :

Aliyah binti Dzibyan

Nama lengkapnya Aliyah binti Dzibyan bin Amr bin Auf bin Abd bin Abi Bakr bin Kilabal-Kilabiyah. Perempuan dari Bani Rabiah ini dikenal sebagai ummulmasaakin (Ibu orang-orang miskin) karena ia gemar bersedekah.

Nabi SAW pernah menikahinya, tetapi menceraikannya. Setelah bercerai dengan Nabi SAW, Aliyah dinikahi oleh sepupunya dan melahirkan keturunan darinya. Ketika itu ayat tentang larangan menikahi istri-istri Nabi belum turun, sehingga menikahi perempuan yang pernah dinikahi Nabi masih diperbolehkan.

Umaimah binti Nu’manal-Jauniyah

Umaimah pertama kali bertemu dengan Nabi SAW saat melakukan perjalanan bersama para sahabat. Dalam hadis riwayat Ahmad, Abu Said al-Khudri berkisah “Kami pergi bersama Nabi SAW, hingga sampailah di suatu perkebunan yang bernama Syauth. Kami berhenti di antara dua kebun. Kemudian Nabi SAW bersabda “Duduklah di sini”.

Maka kami pun dipersilahkan untuk singgah di rumah yang ada kebun kurma milik Umaimah binti Nu’man bin Syarohil. Ketika itu ia sedang bersama pelayannya. Maka ketika Nabi SAW mendatanginya beliau berkata “Berikanlah dirimu untukku”. Namun, Umaimah justru menjawab “Apakah pantas apabila seorang ratu memberikan dirinya kepada seseorang yang bukan raja?”

Setelah resmi menjadi istri Nabi SAW, beliau pun mendekatinya seraya menjulurkan tangannya kepada Nabi SAW. Namun, Umaimah menjauh seolah-olah tak menyukainya, ia lalu berkata “Aku berlindung kepada Allah darimu”. Maka beliau pun bersabda “Sesungguhnya engkau telah berlindung dengan Dzat Yang Maha Agung, maka kembalilah kepada keluargamu”.

Kemudian, Nabi SAW pun keluar dari kamarnya dan menceraikannya sebelum menggaulinya, beliau lalu menemui Abu Usaid dan berkata “Berikanlah ia dua baju dari Persia dan kembalikanlah ia kepada keluarganya”.

Dalam riwayat lainnya disebutkan dalam kitab al-Ishabah fii tamyiiz ash-shahabah bahwa ada perbedaan pendapat mengenai sebab perceraiannya dengan Rasulullah SAW.

Amrah binti Yazid bin al-Jaun

Nabi SAW pernah menikahi Amrah binti Yazid lalu beliau menceraikannya sebelum menggaulinya. Alasan Nabi SAW menceraikan Amrah karena memiliki penyakit kusta. Ada juga yang mengatakan bahwa Amrahlah yang berlindung kepada Allah dari Nabi. Nabi SAW kemudian menceraikannya dan memerintahkan Usamah bin Zaid untuk memberikan tiga pakaian kepada Amrah.

Hafsah binti Umar

Hafsah adalah putri sulung Umar bin Khattab, buah hati dari pernikahannya dengan Zainab binti Mazh’un. Hafsah lahir beberapa hari setelah Fathimah, putri bungsu Rasulullah lahir.

Berawal dari sikap cemburu Hafsah kepada Mariyah Qibthiyah, menyebabkan Rasulullah kurang berkenan kepadanya. Mariyah adalah istri Nabi SAW yang merupakan budak hadiah raja Muqauqis dari Mesir.

Rasulullah marah kepada Hafsah ketika suatu hari Mariyah datang menemui Nabi SAW di rumah Hafsah. Saat itu Hafsah tidak ada di rumah, karena sedang pergi ke rumah ayahnya untuk suatu keperluan. Begitu Hafsah datang, dan pintu kamar tertutup, sementara Rasulullah dan Mariyah berada di dalam, Hafsah menangis penuh amarah tak kuasa menahan cemburu.

Selain karena terlalu cemburu, sebab diceraikannya Hafsah karena sifat kerasnya. Kendati demikian, setelah ditalak Hafsah kembali dinikahi Rasulullah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini