Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usia 40 Tahun Jadi Warning Bagi Setiap Muslim, Ini Dalilnya dalam Alquran

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 25 Februari 2020 |11:21 WIB
Usia 40 Tahun Jadi <i>Warning</i> Bagi Setiap Muslim, Ini Dalilnya dalam Alquran
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

TIDAK ada satupun kecuali Allah yang mengetahui kapan dan dimana ajal menjemput. Namun perlu diingat bahwa usia 40 tahun sudah masuk usia rentan dalam segala hal, dan ini juga tertulis di dalam Alquran.

Usia 40 tahun seolah menjadi warning bagi kita, walaupun manusia tidak tahu kapan ajal tiba, akan tetapi mengevaluasi diri akan makna hidup yang telah dijalani selama ini sangatlah penting supaya tidak menyesal di kemudian hari,” ujar Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia Ustadz Fauzan Amin kepada Okezone.

Firman Allah dalam Alquran:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi iḥsānā, ḥamalat-hu ummuhụ kurhaw wa waḍa'at-hu kurhā, wa ḥamluhụ wa fiṣāluhụ ṡalāṡụna syahrā, ḥattā iżā balaga asyuddahụ wa balaga arba'īna sanatang qāla rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn

Artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS: Al Ahqaf: 15)

Berdasarkan ayat di atas, ustadz Fauzan menganjurkan agar setiap Muslim merenungi perjalanan hidup. “Maka memasuki usia 40 tahun hendaklah kita semua kembali merenungi segala yang sudah terjadi, jangan sampai penyesalan datang saat nyawa sudah melayang,” ucapnya.

Peringatan demi peringatan pun Allah telah sampaikan melalui firmannya, yakni tertulis di dalam Alquran. Salah satunya dalam Surah Al Imran ayat 133 menjelaskannya, manusia diingatkan untuk segera bertaubat agar tidak ada penyesalan di hari akhir nanti.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Wa sāri'ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin 'arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u'iddat lil-muttaqīn

Artinya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS. Al Imran: 133).

Jika terlambat bertaubat, kata Fauzan, maka Allah akan memasukannya ke dalam neraka. Lalu manusia yang masuk ke tempat paling jahanam itu akan berteriak dan meminta untuk segera dikembalikan ke dunia untuk bertaubat.

Allah berfirman dalam Surah Fatir ayat 37,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

Wa hum yaṣṭarikhụna fīhā, rabbanā akhrijnā na'mal ṣāliḥan gairallażī kunnā na'mal, a wa lam nu'ammirkum mā yatażakkaru fīhi man tażakkara wa jā`akumun-nażīr, fa żụqụ fa mā liẓ-ẓālimīna min naṣīr

Artinya: "Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: 'Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.' Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun." (QS. Fatir:37).

“Ayat itu adalah gambaran penyesalan orang-orang yang dikasih umur panjang tapi tidak dimaksimalkan dengan mengisi perbuatan baik. Bahkan mereka mengingkari Allah. Naudzubillah,” ucap Fauzan.

Sementara dikutip dari iNews, mufasir Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, menurut suatu pendapat biasanya seseorang tidak akan berubah lagi dari kebiasaan yang dilakukannya bila mencapai usia 40 tahun.

Abu Bakar Ibnu Iyasy mengatakan dan Al-Amasy, dan Al-Qasim ibnu Abdur Rahman, bahwa ia pernah bertanya kepada Masruq, "Bilakah seseorang dihukum karena dosa-dosanya?" Masruq menjawab, "Bila usiamu mencapai empat puluh tahun, maka hati-hatilah kamu dalam berbuat."

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement