Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Semestinya Cinta Seorang Hamba terhadap Allah

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2020 |10:19 WIB
Begini Semestinya Cinta Seorang Hamba terhadap Allah
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَاأَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah, ‘Jika bapak, anak, saudara, istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan putusanNya.’ Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”

Demikian dipaparkan Alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang, Silmi Adawiyah, sebagaimana dilansir dari laman Tebuireng pada Rabu (11/3/2020).

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement