Bukan Gus Dur namanya kalau tidak menyisipkan humor di setiap acara. Pada Sidang Paripurna DPR yang bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-55, Presiden RI ke-4 ini menceritakan kisah merakyat bermakna ideologis.
Sebuah bus melaju kencang dari arah Terminal Blok M sehingga kondekturnya terjatuh karena tersenggol bus lainnya. Si sopir tak sadar kalau rekan kerjanya yang perantauan dari Medan itu terjatuh dan kondisinya kritis.
Datanglah seorang pria asli Betawi menolong si kondektur. Dia mendekatkan mulutnya ke telinga korban yang bersuku Batak. "Bang, nyebut!" kata si Betawi. Maksudnya, ia meminta agar kondektur itu membaca kalimat syahadat.
Si kondektur mendengar permintaan tersebut dan menyebutkan kalimat, "Blok M-Depok, Blok M-Depok...".
Tidak lama setelah itu si Betawi bergegas memanggil bantuan agar si kondektur cepat terselamatkan.
Kisah ini memberi gambaran dalam melakukan tindakan kemanusiaan pastilah menemukan banyak perbedaan perspektif, dari segi ras, bahasa dan agama. Tapi perbedaan itu bukan alasan untuk tidak menolong sesama.
*Diadaptasi dari buku The Humor Code: Tertaea Ala Gus Dur, Humor Sang Kyai karya Imron Nawawi. (Ful)
(Abu Sahma Pane)