Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Humor Gus Dur: Fans Baru Tari Perut di Tepian Sungai Nil

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2020 |11:16 WIB
Humor Gus Dur: Fans Baru Tari Perut di Tepian Sungai Nil
A
A
A

SAAT menjabat sebagai Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu mengajak rombongan menterinya. Termasuk ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi 15 Negara (KTT G-15) tahun 2000.

Imam Anshori Saleh dalam bukunya, Mata Batin Gus Dur mengungkapkan, selain menteri, rombongan Gus Dur cukup banyak karena ada sang istri, Sinta Nuriyah, keluarga, dan para wartawan. Imam berpikir mungkin Gus Dur sekaligus mengajak mereka agar mengetahui tempat dan budaya yang turut membentuk pribadi sang presiden kala berkuliah di al-Azhar, Kairo, Mesir.

Benar saja, suatu malam Gus Dur mengajak rombongan menuju bandar kecil di tepian Sungai Nil yang membelah Kota Kairo. Begitu masuk kapal, Gus Dur berbisik kepada Imam yang baru pertama kali ke Mesir.

"Nanti saya nostalgia, mengenang musik yang khas, sampeyan (kamu) yang nonton," kata Gus Dur sambil tertawa terkekeh.

Di bagian dalam kapal ternyata ada semacam ballroom hotel dengan pencahayaan temaram. Nampak seperangkat alat musik dan sejumlah penari perempuan bertelanjang perut. Di sekeliling perutnya melilit sejuntai benang emas.

Ketika kapal mulai bergerak perlahan, satu demi satu penari perut meliukkan tubuhnya mengikuti irama musik. Gus Dur terlihat menyandarkan bahunya di kursi sembari memejamkan mata dan mulutnya komat kamit menirukan syair lagu. Ia tampak khusyuk mendengarkan paduan gesekan biola, perkusi, dan nyanyian berbahasa Arab Mesir.

"Bagaimana Mas Imam, tariannya?" celetuk Gus Dur sembari tangannya mengetuk-ngetuk pegangan kursi kapal

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement